SEMARANG, beritajateng.tv – Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin membuka Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II tahun 2026 di Lapangan Suler, Kelurahan Wates, Kecamatan Ngaliyan, Rabu, 22 April 2026.
Ini merupakan wujud kolaborasi antara TNI, pemerintah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan di tingkat kelurahan.
Program TMMD tahun ini mengusung tema Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa sekaligus di rangkai dengan pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari peringatan Hari Jadi ke-479 Kota Semarang.
Iswar Aminuddin mengatakan, TMMD menjadi simbol nyata kebersamaan lintas elemen dalam membangun daerah. Ia menilai sinergi antara TNI, Polri, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pembangunan.
“Program ini adalah wujud kebersamaan. Kita ingin mempererat hubungan antara seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat. Sehingga pembangunan bisa langsung oleh warga rasakan,” ujarnya saat membuka kegiatan.
Ia menambahkan, pelaksanaan TMMD di Kelurahan Wates membawa semangat gotong royong yang menjadi fondasi utama pembangunan.
Melalui program ini, berbagai kebutuhan dasar masyarakat mulai dari infrastruktur hingga pemberdayaan akan di perkuat.
“TMMD menjadi bukti bahwa manunggalnya TNI, pemerintah, dan rakyat adalah napas utama pembangunan. Kita bergerak bersama agar manfaatnya benar-benar masyarakat rasakan,” katanya.
BACA JUGA: TMMD Sengkuyung Tahap I 2026 Rampung, Perkuat Infrastruktur dan Pemberdayaan Warga
Dalam program tersebut, sejumlah pembangunan fisik akan pihaknya laksanakan. Seperti perbaikan saluran air, penyediaan tandon air bersih, pembangunan fasilitas sanitasi, hingga rehabilitasi rumah tidak layak huni.
Selain itu, program nonfisik juga akan terlaksana, mulai dari edukasi ketahanan pangan, literasi digital, hingga perlindungan perempuan dan anak.
Iswar juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak, termasuk Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), yang turut membantu rehabilitasi rumah warga agar lebih layak huni.
“Pembangunan tidak hanya soal fisik, tetapi juga membangun kualitas sumber daya manusia. Kita ingin masyarakat lebih mandiri dan tangguh menghadapi perubahan,” jelasnya.





