“Dengan kepemimpinan yang terdukung berbagai elemen, saya berharap Perbati mampu mencetak atlet berprestasi serta mengharumkan nama Jawa Tengah di tingkat nasional maupun internasional,” kata juara PON tahun 1996 tersebut.
Sonny Rambing mengungkapkan, nantinya Perbati Jawa Tengah akan menggelar lomba tinju tingkat nasional dalam waktu dekat. Tak hanya kompetisi, sejumlah program juga telah di siapkan untuk memajukan olahraga tinju. Selain itu, juga akan ada penataran wasit dan pembinaan untuk para pelatih tinju.
Sementara mantan atlet tinju Juara PON 1988, Didik Hartanto menyatakan dukungan penuh terhadap pembentukan Perbati Jawa Tengah. Ia menilai organisasi tinju amatir ini bisa menjadi rumah baru bagi pembinaan atlet tinju.
“Terbentuknya organisasi yang kuat di tingkat provinsi penting untuk menjaring dan mengembangkan talenta tinju amatir sejak dini, sekaligus memperkuat ekosistem tinju nasional dari akar rumput,” katanya.
BACA JUGA: Tradisi Medali Emas Tinju Terputus, Atlet Tinju Jateng Harus Puas dengan Medali Perak di PON 2024
Ia juga melihat Jawa Tengah memiliki potensi besar sebagai tempat pembinaan atlet tinju. Dengan hadirnya Perbati Jawa Tengah, para atlet muda akan memiliki wadah yang lebih terstruktur untuk belajar, bertanding, dan berkembang sesuai standar internasional.
Pendirian Perbati pada tahun 2025 untuk membawa tinju Indonesia ke kancah internasional. Organisasi ini berafiliasi dengan World Boxing (WB), sebuah federasi tinju dunia yang baru dan berada di bawah Komite Olimpiade Indonesia (KOI). (*)
Editor: Farah Nazila





