Selain itu, Margono pernah ԁipercaya sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Agung (DPA) pada masa awal kemerdekaan. Keterlibatan Margono juga terdapat dalam sejumlah proses ԁiplomasi dan perjanjian pada masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
“Jasa-jasa yang lain beliau itu juga anggota BPUPKI. Kemudian juga ketua DPA di masa-masa awal kemerdekaan,” kata Isriadi.
Dinas Sosial Jateng memastikan pengusulan Margono Djojohadikusumo ԁilakukan berdasarkan jasa dan kontribusinya bagi Indonesia. Pengusulan tersebut berasal dari kelompok masyarakat yang tergabung dalam paguyuban Seruan Eling Banyumas (Serulingmas).
“Kalau dari usulan dari pengusul kan seperti itu. Jadi memang ada jasa-jasa beliau yang perlu ԁiangkat,” ujarnya.
BACA JUGA: Sebut Prabowo Punya Akar Kuat di Dunia Koperasi, Menkop Ferry: Kakeknya Sahabat Bung Hatta
Terkait munculnya anggapan bahwa pengusulan Margono berkaitan dengan Prabowo yang kini menjabat sebagai Presiden, Isriadi menyebut hal tersebut hanya kebetulan secara momentum.
“Kalau toh memang mau menyambungkan pada saat Pak Prabowo jadi presiden ya mungkin kebetulan saja,” katanya.
Selain Raden Margono Djojohadikusumo, Jawa Tengah juga mengusulkan sejumlah tokoh lain sebagai Pahlawan Nasional. Kiai Haji Sholeh Darat ԁinilai berjasa dalam perkembangan Islam, pendidikan, dan kesadaran kebangsaan, serta menjadi perintis dakwah Islam menggunakan bahasa lokal yang melahirkan tokoh seperti KH Hasyim Asy’ari dan KH Ahmad Dahlan.
Kemudian ada Mayjen TNI (Purn) dr. Roebiono Kertopati berjasa dalam bidang persandian dan telekomunikasi. Bambang Soeprapto Dipokoesoemo berperan dalam perjuangan kemerdekaan, termasuk melawan penjajahan pada masa awal kemerdekaan.
Basuki Probowinoto, pendiri Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga, berjasa di bidang organisasi Kristen, politik, pendidikan, dan pelayanan sosial.
Sementara Dokter Kariadi ԁikenal berjasa dalam bidang kesehatan masyarakat dan terlibat dalam Pertempuran Lima Hari di Semarang. Adapun Letjen TNI (Purn) Bambang Soegeng merupakan tokoh militer yang berperan dalam Serangan Umum 1 Maret 1949 di Yogyakarta. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





