Lis menegaskan setiap nilai karakter memiliki peran penting sehingga tidak boleh di abaikan. Termasuk kejujuran yang menjadi fondasi pembentukan perilaku anak.
“Jangan sampai ada karakter yang terlepas. Misalnya kejujuran, itu sangat penting. Karena guru juga memiliki banyak kegiatan. Sehingga perlu ada pedoman agar semua karakter tetap diperhatikan dan diterapkan,” ujarnya.
Ia menegaskan, penyusunan handbook bukan berarti menghadirkan kurikulum baru. Buku panduan tersebut hanya menjadi instrumen pendukung untuk menerjemahkan pendidikan karakter yang selama ini sudah ada agar lebih mudah di praktikkan oleh guru maupun orang tua.
Ia menilai materi pendidikan karakter selama ini sering kali berhenti pada penyampaian teori dan parenting. Sehingga butuh pendekatan yang lebih aplikatif agar nilai-nilai tersebut benar-benar menjadi kebiasaan dalam kehidupan anak.
Sebagai tahap awal, TP PKK Kota Semarang akan menguji coba penerapan handbook karakter Jawani di sekitar 350 pos PAUD yang berada di bawah pembinaan PKK sebelum di perluas ke PAUD lainnya.
“Insyaallah tidak hanya untuk PKK. Kita nanti akan uji coba mungkin di pos PAUD yang berada langsung di bawah koordinasi PKK. Ada sekitar 350 pos PAUD, mungkin kita utamakan di sana dulu sebagai proyek percontohan, kemudian berkembang ke PAUD lainnya,” pungkasnya. (*)





