SEMARANG, beritajateng.tv – Tren kunjungan wisata selama libur Lebaran 2026 di Jawa Tengah menunjukkan perubahan signifikan. Meski total kunjungan meningkat, sejumlah destinasi wisata alam justru mengalami penurunan.
Berdasarkan data Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) Jawa Tengah, total kunjungan wisatawan pada periode H-7 hingga H+3 Lebaran mencapai 599.634 orang. Angka tersebut naik 9,58 persen dibanding periode yang sama tahun 2025 sebanyak 547.220 kunjungan.
Namun di balik kenaikan tersebut, terjadi pergeseran pola kunjungan. Beberapa destinasi wisata alam seperti Candi Borobudur, Owabong Purbalingga, Baturraden Banyumas, dan Guci Tegal tercatat mengalami fluktuasi negatif.
BACA JUGA: Kunjungan Wisatawan di Jateng Naik 9,58 Persen saat Lebaran 2026, Tembus 599 Ribu Orang
Kepala Disbudparekraf Jawa Tengah, Hanung Triyono, menyebut penurunan tersebut dipicu perubahan preferensi wisata masyarakat.
“Penurunan terjadi akibat adanya pergeseran preferensi wisata, dari yang semula menyukai alam pegunungan beralih ke urban dan ikon wisata. Selain itu, ada perpindahan dari aktivitas ringan menuju experience dan visual tourism,” terang Hanung saat beritajateng.tv hubungi via WhatsApp, Kamis, 26 Maret 2026.
Sebaliknya, kata Hanung, destinasi berbasis kawasan perkotaan dan ikon religi justru mengalami lonjakan kunjungan. Kota Lama Semarang mencatat kunjungan tertinggi dengan 207.651 wisatawan, berlanjut Masjid Agung Demak sebanyak 112.397 orang, serta Candi Prambanan 76.657 orang.
BACA JUGA: Momen Libur Lebaran 2026, Polres Semarang Pastikan Lonjakan Pengunjung Wisata Aman-Terkendali
Lonjakan ini menunjukkan wisatawan kini cenderung memilih destinasi yang menawarkan pengalaman visual dan spot ikonik ketimbang wisata alam yang sebelumnya menjadi favorit.
Hanung juga menyebut faktor eksternal turut memengaruhi penurunan kunjungan di beberapa destinasi. Meski terjadi pergeseran tren, Hanung menegaskan secara keseluruhan sektor pariwisata Jawa Tengah tetap menunjukkan performa positif selama periode Lebaran tahun ini.
“Terdapat pengaruh klimatologi seperti perubahan cuaca dan adanya beberapa DTW yang masih dalam masa recovery pasca bencana. Hal ini turut memengaruhi distribusi kunjungan wisatawan tahun ini,” pungkas Hanung. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





