SEMARANG, beritajateng.tv – Menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026, tim sepak bola Kota Semarang tancap gas mematangkan persiapan.
Berstatus sebagai tuan rumah, skuad asuhan pelatih M Dhofir tersebut mematok target tinggi meraih medali emas.
Persiapan intensif yang berjalan tidak main-main. Tim yang telah berjalan sejak Juli 2025 ini secara berani menguji kekuatan dengan bertanding melawan tim-tim kontestan Liga 2 nasional, seperti PSMS Medan dan PSPS Riau.
Pelatih Kepala Tim Sepak Bola Porprov Kota Semarang, M Dhofir, mengungkapkan bahwa laga uji coba melawan tim kelas profesional Liga 2 sangat krusial. Hal ini untuk mengukur mentalitas dan kemampuan teknis para pemain muda Semarang.
“Persiapan kami sudah berjalan lama. Tiga bulan menjelang ajang Porprov, kami ingin mengetes sejauh mana kedalaman skuad Sepak Bola ini. Oleh karena itu, kami memilih uji coba tanding melawan tim-tim Liga 2,” ujar Dhofir.
Penampilan menjanjikan yang skuad muda Kota Semarang ini tunjukkan bahkan mendapat pujian dari jajaran pelatih PSMS Medan dan PSPS Riau.
“Saat melawan PSPS di Lapangan Terang Bangsa, mereka bahkan meminta dua kali laga uji coba. Ini sangat membantu saya melihat performa anak-anak di lapangan,” tambahnya.
Demi menyusun komposisi pemain terbaik, Coach Dhofir menerapkan sistem promosi dan degradasi yang transparan. Utamanya berdasarkan evaluasi kondisi fisik, mental, kesiapan taktik, serta kebutuhan strategi tim.
“Sistem promosi-degradasi ini bukan karena kesewenang-wenangan saya sebagai pelatih. Semua murni berdasarkan pertimbangan teknis,” tegas eks pelatih yang membawa Semarang meraih medali perunggu pada Porprov sebelumnya.
Dhofir juga menekankan pentingnya faktor kesehatan atlet. Pemain yang mengalami cedera tidak akan dipaksakan bermain untuk menjaga masa depan karier mereka.
“Kalau ada pemain cedera, saya tidak akan memaksakan. Memaksa pemain cedera bertanding sama saja membunuh karier mereka di masa depan,” tegasnya.
Target Sumbang Emas Porprov
Sebagai tuan rumah, Kota Semarang berambisi mengukir sejarah baru dengan mengakhiri penantian panjang medali emas di cabang olahraga sepak bola.
Namun, Dhofir mengingatkan anak asuhnya untuk tetap waspada terhadap tiga kekuatan utama di Jawa Tengah, Tegal, Solo Raya dan Banyumas.
Untuk memastikan target emas tercapai, Dhofir meminta seluruh pihak pendukung, termasuk PSSI Kota Semarang, untuk menjaga kondusivitas tim dari gangguan nonteknis.
“Saya tidak minta di bantu secara teknis di lapangan. Namun, tolong bantu dari sisi nonteknis. Jangan ganggu tim ini, biarkan para pemain dan pelatih fokus,” ungkapnya.
BACA JUGA: Targetkan Domino Jadi Cabor Resmi, Pengprov Orado Audiensi dengan KONI Jateng
Ketua PSSI Kota Semarang, Anton Nikijuluw, menjelaskan bahwa proses penyaringan pemain telah berlangsung lebih dari satu tahun melalui seleksi ketat serta pembinaan berjenjang dari klub-klub lokal.
Anton juga menyebutkan tantangan regulasi domisili yang membuat beberapa talenta berbakat dari akademi luar daerah tidak dapat direkrut.
“Di Semarang banyak akademi dan klub yang menampung pemain dari luar kota. Namun, karena aturan ketat terkait domisili di Porprov, pemain tersebut tidak bisa di ambil. Skuad kami fokus memanfaatkan potensi lokal,” jelas Anton.
Sementara itu, Ketua KONI Kota Semarang, Arnaz Andrarasmara, menegaskan hal senada saat meninjau latihan tim dalam program Tilik Atlet.
“Saya sudah cek langsung, hampir 100 persen atlet yang berlaga di Porprov nanti merupakan hasil pembinaan berjenjang klub-klub lokal Semarang. Tidak ada atlet luar daerah yang di transfer secara instan,” kata Arnaz.
Pertandingan cabang olahraga sepak bola Porprov Jateng 2026 dipastikan akan melangsungkan seluruh laga di Stadion Citarum, Semarang.
Arnaz pun mengajak seluruh warga Kota Semarang untuk hadir dan memberikan dukungan langsung demi membakar semangat para pemain di lapangan.
“Karena pertandingan terlaksana di Stadion Citarum. Kami mengajak seluruh warga Kota Semarang meramaikan stadion dan memberikan dukungan penuh agar target emas Porprov tahun ini bisa terealisasi,” tutup Arnaz. (*)





