Peringatan Waisak di Vihara Tanah Putih berlanjut hingga puncak perayaan yang berlangsung pada Minggu sore.
Bante Cattamano mengatakan umat Buddha mulai mengikuti puja menyambut detik-detik Waisak sejak pukul 14.30 WIB. Rangkaian tersebut berpusat pada pembacaan Paritta dan meditasi hingga memasuki momen Waisak tepat pukul 15.44 WIB.
“Puncak perayaan Waisak nanti, kita akan mulai puja menyambut detik-detik Waisak yaitu pukul 14.30 WIB. Diadakan di sini pada saat Waisaknya nanti tepat pukul 15.44 WIB,” ujarnya.
Saat memasuki detik-detik Waisak, umat Buddha mengisi rangkaian ibadah dengan meditasi dan pembacaan Paritta sebagai bentuk perenungan atas ajaran Sang Buddha.
“Ditandai dengan kita membaca Paritta, kemudian juga melakukan meditasi untuk menyambut detik-detik suci Waisak itu sendiri,” lanjut Bante.
BACA JUGA: Upah Sehari-hari Tak Tentu, Porter Stasiun Semarang Tawang Ketiban Rezeki saat Libur Panjang Waisak
Menariknya, perayaan Waisak tahun ini juga mendapat perhatian dari berbagai tokoh lintas agama dan kepercayaan di Kota Semarang. Mereka dijadwalkan hadir untuk menyampaikan ucapan selamat sekaligus mempererat semangat toleransi antarumat beragama.
“Teman-teman lintas iman dan lintas agama; baik itu Muslim, Kristiani atau Katolik, Hindu, Konghucu, dan teman-teman dari Lintas Kepercayaan juga akan hadir nanti sore. Kurang lebih jam 15.30 WIB mereka akan ikut hadir untuk mengucapkan selamat Tri Suci Waisak,” kata Bante.
Menurutnya, kehadiran tokoh lintas agama tersebut menjadi wujud nyata kepedulian dan persaudaraan yang terus terjaga di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
“Hal ini merupakan bentuk kepedulian dan toleransi. Sama-sama kita bisa saling menjaga kedamaian, dan sama-sama kita bisa saling menguatkan satu sama lain,” pungkasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





