Jateng

Upah Sehari-hari Tak Tentu, Porter Stasiun Semarang Tawang Ketiban Rezeki saat Libur Panjang Waisak

×

Upah Sehari-hari Tak Tentu, Porter Stasiun Semarang Tawang Ketiban Rezeki saat Libur Panjang Waisak

Sebarkan artikel ini
Porter Stasiun Semarang Tawang
Seorang porter di Stasiun Semarang Tawang Bank Jateng sedang mengangkat barang penumpang saat libur panjang akhir pekan, Selasa, 13 Mei 2025. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Libur panjang akhir pekan Hari Raya Tri Suci Waisak 2025 yang berlangsung selama 10-13 Mei membawa keberkahan bagi petugas porter Stasiun Semarang Tawang Bank Jateng.

Pada hari terakhir libur long weekend ini, ramai para penumpang yang mulai memadati stasiun. Para porter pun terlihat sibuk membantu penumpang yang hendak menurunkan barangnya dari mobil.

Penumpang yang mayoritas merupakan keluarga membawa banyak bawaan, dari koper hingga tas jinjing. Satu orang porter pun mampu membawa tiga koper secara bersamaan.

Tentunya, pemandangan itu jarang dijumpai di hari biasa. Pasalnya, porter tak mendapatkan gaji bulanan dari pihak stasiun. Biaya jasa yang penumpang berikan menjadi satu-satunya upah yang porter terima.

BACA JUGA: Porter Stasiun Tawang Dapat Pijatan Langsung oleh GM Hotel Swiss-Bel: CSR yang Bikin Haru

Salah satu porter Stasiun Semarang Tawang Bank Jateng, Latif, mengaku senang bisa bekerja saat libur long weekend Waisak 2025 ini.

Saat beritajateng.tv jumpai usai mengangkat barang penumpang ke kereta, Latif mengucap syukur lantaran banyaknya penumpang yang menggunakan jasanya dibanding hari biasa.

“[Jumlah penumpang pengguna jasa] lumayan lah ramai, alhamdulilah,” ucap Latif.

Pria berusia 60 tahun itu mengaku mendapat upah Rp15 ribu hingga Rp25 ribu dari penumpang yang menggunakan jasanya.

TONTON JUGA: Video General Manager Hotel Pijat Porter di Stasiun Tawang Semarang

Saat long weekend, Latif bisa meraup pendapatan ratusan ribu lebih. Namun, ia enggan mengungkap jumlah pastinya.

“[Jumlah pendapatan] gak bisa ditentukan, tapi ramai kok, alhamdulilah. [Sampai ratusan ribu] ada, sekarang penumpangnya ramai, biasanya tidak,” tuturnya.

Latif yang sudah bekerja sebagai porter sejak tahun 1996 itu mengaku bekerja selama 12 jam, dari jam 6 pagi hingga 6 sore. Porter asli Jepara itu pun menyebut kenaikan pendapatannya saat long weekend mencapai 50 persen.

“Selama long weekend ngangkat terus, alhamdulilah, dari jam 6 sampe 6 sore. [Kenaikannya] separuh, 50 persen, hari biasa tidak menentu,” pungkasnya. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp