MPLS berlangsung selama lima hari, mulai Senin hingga Jumat. Setelah hari pertama bertema Piala Dunia, kegiatan selanjutnya akan ԁiisi berbagai materi sesuai konsep MPLS Ramah, termasuk kelas inspirasi, pengenalan lingkungan sekolah, hingga kelas parenting yang melibatkan orang tua.
“Kami mengundang berbagai pihak untuk berkolaborasi, termasuk orang tua melalui kelas parenting agar MPLS berjalan dengan baik,” imbuhnya.
Nur Rakhmat mengungkapkan, persiapan konsep unik tersebut membutuhkan waktu beberapa hari. Meski masih dalam masa liburan sekolah, para guru tetap datang untuk menyiapkan dekorasi dan rangkaian kegiatan.
Antusiasme tidak hanya datang dari siswa, tetapi juga para orang tua yang mengantar anak pada hari pertama sekolah. Nur Rakhmat menilai keterlibatan orang tua menjadi bagian penting dalam pendidikan.
“Antusias orang tua sangat luar biasa. Sekarang pendidikan mengedepankan kolaborasi melalui catur pusat pendidikan, sehingga dukungan orang tua dan sekolah menjadi sangat penting,” katanya.
BACA JUGA: Sekolah Aktif Kembali, Berikut Rekomendasi Kegiatan MPLS yang Antimainstream
Sementara itu, salah satu orang tua murid kelas 1, Muhammad Shofiyullah Ali, mengapresiasi konsep MPLS bertema Piala Dunia karena ԁinilai mampu membangun semangat anak sejak hari pertama.
“Konsepnya bagus. Dengan tema Piala Dunia berarti anak-anak ԁiajarkan untuk berprestasi dan berkompetisi,” ujarnya.
Shofiyullah berharap konsep yang menarik seperti itu membuat anak-anak semakin bersemangat mengikuti kegiatan belajar di sekolah.
“Harapannya anak-anak semakin semangat sekolah. Dengan tema seperti ini pasti mereka lebih tertarik,” tandasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





