“Kami ingin pelayanan lalu lintas di Semarang terus berkembang seiring kemajuan kota. Terima kasih kepada seluruh masyarakat, tetap hati-hati di jalan,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Perlengkapan Jalan Dinas Perhubungan Kota Semarang, M. Ali, menjelaskan bahwa posko Tugu Muda menjadi pusat pemantauan CCTV analitik berbasis AI.
Teknologi ini tidak hanya merekam visual, tetapi juga mampu menganalisis data lalu lintas secara detail.
“CCTV analitik ini bisa mendeteksi jenis kendaraan, merek, warna, hingga wajah pengguna jalan. Pergerakan kendaraan dan orang bisa kami pantau, dari mana datang dan ke mana arah tujuannya,” ujar Ali.
19 Titik CCTV Analitik
Menurutnya, saat ini terdapat 19 titik CCTV analitik berbasis AI yang aktif di Kota Semarang. Seluruh data yang terekam sangat membantu dalam pendataan lalu lintas, perencanaan transportasi, hingga penanganan kasus kecelakaan.
“Kami tidak hanya memantau, tapi juga mengumpulkan data. Mulai dari jumlah kendaraan, jenis kendaraan, sampai pola pergerakan pengguna jalan. Data ini penting untuk pengambilan kebijakan ke depan,” katanya.
Selain mendukung pengaturan lalu lintas, sistem tersebut juga berperan dalam penanganan kecelakaan dan membantu aparat kepolisian dalam pencarian orang atau kendaraan.
“Banyak kejadian kecelakaan yang bisa direkonstruksi melalui rekaman CCTV. Bahkan, kepolisian juga sering memanfaatkan data ini untuk penelusuran kasus tertentu,” imbuh Ali.
Adapun 19 titik CCTV analitik tersebut tersebar di sejumlah kawasan strategis. Seperti Krapyak, Kalibanteng, Banyumanik, Kaligawe, Penggaron, Tugu Muda, dan Simpang Lima.
Titik-titik ini terpilih karena menjadi jalur utama masuk dan keluar Kota Semarang serta pusat aktivitas masyarakat. (*)
Editor: Elly Amaliyah





