“HP, laptop, dan CCTV adalah bagian dari petunjuk penting. Kami meminta kepolisian memastikan semua berlangsung dengan prosedur forensik agar terang benderang,” katanya.
BACA JUGA: Polisi Ungkap AKBP Basuki Satu Kamar dengan Dosen Untag Dwinanda Levi: Jalin Komunikasi Sejak 2020
Menanggapi pertanyaan media, Edi memastikan bahwa permintaan autopsi terhadap jenazah Levi merupakan inisiatif kampus, khususnya dari Dekan Fakultas Hukum, setelah melihat banyaknya informasi yang belum jelas.
“Kami tidak mendapatkan informasi resmi mengenai penyebab kematian. Karena itu, Pak Dekan berinisiatif, tentu dengan persetujuan keluarga, meminta pemberlakuan autopsi untuk memastikan penyebabnya,” tegasnya.
Tim Advokasi Akan Kawal Proses Penyidikan
Edi menambahkan, mulai awal pekan depan pihaknya akan berkoordinasi langsung dengan penyidik untuk memastikan seluruh tahapan berjalan profesional dan transparan.
“Tim ini dibentuk untuk memastikan proses hukum berjalan terang dan objektif. Kami percaya aparat penegak hukum akan bekerja profesional,” tutupnya. (*)
Editor: Farah Nazila





