SEMARANG, beritajateng.tv – Banjir bandang hingga tanah longsor yang terjadi di tiga provinsi Sumatra kini tak kunjung usai dari sorotan media.
Pasalnya, bencana tersebut masih terus berlangsung hingga memakan korban dengan jumlah yang tidak sedikit.
Titik lokasi yang terkena bencana mulai dari Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat.
BACA JUGA: Jateng Sabet Penghargaan Influencer ETLE Nasional Presisi dari Kapolri
Berikut ini informasi terbaru seputar bencana alam yang terjadi di kawasan Sumatra.
Bencana Alam di Provinsi Sumatra 2025
BNPB menyampaikan bahwa angka korban tewas akibat banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara (Sumut), serta Sumatra Barat (Sumbar) meningkat menjadi 836 orang hingga Kamis (4/12) sore.
Lebih detailnya, Aceh mencatat 325 korban jiwa, Sumut melaporkan 311 korban meninggal, dan Sumbar sebanyak 200 orang.
Untuk data korban hilang, Aceh masih mencari 170 orang, Sumut sebanyak 127 orang, dan Sumbar 221 orang. Secara keseluruhan, jumlah korban yang belum ditemukan mencapai 518 jiwa.
Para penyintas banjir dan longsor di Aceh yang masih menetap di tenda-tenda pengungsian mulai mengalami berbagai gangguan kesehatan, seperti flu, demam, batuk, hingga masalah kulit.
Situasi ini semakin memburuk karena kurangnya tenaga medis dan pasokan obat-obatan dari luar daerah.
Mengingat 204 fasilitas kesehatan termasuk rumah sakit dan puskesmas mengalami kerusakan.
Rumah sakit di wilayah itu pun belum dapat berfungsi secara optimal karena pasokan BBM untuk menyalakan genset masih sangat terbatas.
Akibatnya, layanan medis di RS terhambat dan penanganan pasien menjadi tidak maksimal.
Situasi di Kabupaten Aceh Tamiang setelah dihantam banjir dan longsor selama sepekan terakhir cukup memprihatinkan.
Akses jalan yang terputus serta material banjir yang menumpuk masih menyulitkan para relawan mencapai wilayah-wilayah yang terisolasi.





