SEMARANG, beritajateng.tv – PSIS Semarang siap menghadapi PSS Sleman usai sebelumnya bermain imbang 1-1 ketika bertandang ke markas Persipal Palu pada pekan kelima Championship 2025/2026.
Satu poin berharga tersebut Laskar Mahesa Jenar anggap sebagai awal kebangkitan tim setelah melalui empat kekalahan beruntun.
Karteker PSIS, Ega Raka Galih, menyebut hasil di Palu menjadi momentum positif bagi anak asuhnya. “Perolehan satu poin dari Palu bikin motivasi anak-anak bagus lagi,” ujar Ega, Selasa, 14 Oktober 2025.
Ia menilai semangat tim mulai tumbuh kembali dan berharap tren tersebut terus berlanjut saat PSIS menjamu PSS Sleman di Stadion Jatidiri pada Minggu, 19 Oktober 2025 mendatang.
BACA JUGA: Masih Ditangani Karteker, Direktur PSIS Semarang: Lagi Cari Pelatih, Sudah Komunikasi Beberapa Orang
Ega pun menegaskan bahwa laga kontra PSS Sleman akan menjadi ujian penting untuk keluar dari dasar klasemen.
Saat ini PSIS menempati posisi juru kunci Grup Timur dengan satu poin. Persipal berada satu tingkat di atas dengan dua poin, sedangkan Persiku Kudus mengoleksi tiga poin.
“Tiga poin di laga nanti jadi peluang besar untuk meninggalkan papan bawah, semoga anak-anak tampil konsisten,” tuturnya optimistis.
Ega bersama staf pelatih kini mulai fokus membenahi berbagai kelemahan tim. Evaluasi menyeluruh dilakukan terutama pada kreativitas dan efektivitas serangan. Ia ingin lini depan tampil lebih tajam saat menjamu PSS Sleman.
BACA JUGA: Imbangi Persipal Palu 1-1, PSIS Semarang Raih 1 Poin Perdana di Pegadaian Championship
“Kami fokus recovery serta evaluasi. Hubungan antarlini bertahan dan menyerang belum konsisten. Kreativitas serangan belum maksimal, finishing akhir juga harus lebih baik,” tegasnya.
Dengan persiapan matang, PSIS Semarang bertekad menjadikan laga di Jatidiri akhir pekan nanti sebagai momentum kebangkitan.
Kemenangan atas PSS Sleman tidak hanya memberi tambahan poin, tetapi juga mengangkat kembali kepercayaan diri skuad Mahesa Jenar untuk menatap kompetisi dengan lebih optimistis. (*)





