Setelah itu, Ust. Hanan Attaki pun merasa bersyukur sekali telah resmi menjadi warga Nahdlatul Ulama atau lebih masyhur sebagai Nahdliyin.
“Alhamdulillah, malam ini adalah malam terbaik dalam hidup saya sejak ibu saya melahirkan saya, karena bagi seorang mukmin dia dilahirkan dua kali. Yang pertama, dilahirkan jasadnya oleh orang tua biologisnya, dan yang kedua dilahirkan ruhiyahnya oleh gurunya atau mursyidnya,” ujar Ust. Hanan Attaki. (*)





