Insiden tersebut mengakibatkan satu pekerja bernama Muhammad Bryan Febryantoro, warga Mranggen, Kabupaten Demak, meninggal dunia. Sementara itu, tujuh pekerja lainnya mengalami luka bakar ringan hingga sedang.
Seluruh korban telah di evakuasi dan mendapatkan perawatan medis di RSUD dr. Adhyatma, MPH.
Aktivitas Produksi Dihentikan Sementara
Plt Direktur Jenderal Industri Agro Putu Juli Ardika mengatakan dugaan sementara penyebab ledakan berasal dari kegagalan fungsi tabung sterilisasi akibat lonjakan suhu dan tekanan yang melampaui batas kemampuan alat.
Untuk mendukung proses penyelidikan, seluruh aktivitas produksi di PT Raw Botanical Nusantara dihentikan sementara.
“Saat ini pihak perusahaan bersama Tim Identifikasi Forensik (Inafis) Polrestabes Semarang sedang melakukan olah TKP dan pendalaman. Hal itu untuk mengetahui secara pasti penyebab kecelakaan. Termasuk memeriksa apakah ada unsur kelalaian. Kami di Direktorat Jenderal Industri Agro juga telah berkoordinasi dengan Kepala Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Pencegahan Pencemaran Industri (BBSPJPPI) di Semarang untuk terus mengawal penanganan insiden ini,” ujar Putu.
BACA JUGA: Timbulkan Kobaran Api, Mesin Pengisi BBM SPBU Undip Tembalang Semarang Meledak, Penyebab Belum Pasti
Kemenperin menegaskan akan terus memantau perkembangan investigasi bersama instansi terkait. Selain itu, kementerian juga mengimbau seluruh pelaku industri manufaktur di Indonesia untuk melakukan pemeriksaan. Juga perawatan, dan kalibrasi mesin produksi secara berkala guna mencegah kecelakaan kerja serupa terulang di masa mendatang. (*)
Editor: Farah Nazila





