SEMARANG, beritajateng.tv – Program dana Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) RT sebesar Rp25 juta per tahun yang menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Kota Semarang memasuki tahap pencairan.
DPRD Kota Semarang menyebut seluruh anggaran telah tersedia dan kini tinggal menunggu proses penyaluran di masing-masing kelurahan.
Anggota Komisi A DPRD Kota Semarang, Gumilang Febriyansyah Wisudananto, mengatakan regulasi yang menjadi dasar pelaksanaan program tersebut telah rampung. Dengan demikian, proses pencairan hanya menunggu tahapan administrasi di tingkat kelurahan.
“Peraturan wali kota (Perwal)-nya sudah selesai dan sudah pengesahan. Anggaran dana operasional Rp25 juta per RT juga sudah Pemkot Semarang siapkan. Saat ini tinggal proses pencairan sesuai jadwal di masing-masing kelurahan,” kata Febri, sapaannya, Jumat, 3 Juli 2026.
Menurutnya, sepanjang Juni 2026 pemerintah telah memfokuskan kegiatan pada sosialisasi kepada pengurus RT dan RW. Memasuki bulan Juli, sebagian kelurahan mulai menyiapkan tahapan pencairan bantuan.
“Target Pemkot pada Juli seluruh proses pencairan sudah selesai. Memang masih ada beberapa kelurahan yang menyelesaikan sosialisasi, tetapi secara umum program ini sudah siap berjalan,” ujarnya.
Febri menjelaskan, skema penggunaan dana operasional RT tahun 2026 kini lebih fleksibel daripada tahun sebelumnya. Kebijakan itu harapannya bisa memudahkan pengurus RT dalam memanfaatkan anggaran sesuai kebutuhan lingkungan masing-masing.
Selain itu, ia memastikan pemerintah tetap memberikan pendampingan kepada pengurus RT, terutama terkait penyusunan Surat Pertanggungjawaban (SPJ) yang selama ini masih menjadi kendala bagi sebagian pengurus.
BACA JUGA: Dana Operasional RT Semarang Rp25 Juta Ditarget Cair Akhir Juni, LPJ Bakal Disederhanakan
“Memang ada beberapa RT yang mengalami kesulitan menyusun SPJ, terutama pengurus yang sudah lanjut usia atau masih gaptek. Karena itu, kelurahan dan kecamatan akan terus memberikan pendampingan,” jelasnya.
Ia menilai penyusunan laporan pertanggungjawaban sebaiknya tetap pengurus RT lakukan karena mereka yang paling memahami penggunaan anggaran di wilayahnya. Namun, Febri mendorong pengurus muda di lingkungan RT ikut membantu proses administrasi.





