SEMARANG, beritajateng.tv – Isu dugaan pen jebolan tembok di kawasan Pasar Johar Utara demi Toko Kue Gambang mendadak viral di media sosial.
Narasi yang beredar menyebut pembongkaran untuk memperluas akses menuju toko kue gambang. Hal ini bahkan postingan itu kaitkan dengan kepemilikan keluarga Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng.
Beredar kabar jika diduga Toko Kue Gambang merupakan milik anak Wali Kota Semarang.
Namun, kabar tersebut langsung dibantah oleh berbagai pihak. Pemilik usaha, membantah isu tersebut memastikan tidak pernah ada rencana ataupun permintaan pembongkaran tembok di kawasan pasar bersejarah itu.
Aldin Meidito, pemilik toko kue gambang, menegaskan bahwa pihaknya tidak terlibat dalam wacana pembongkaran seperti yang ramai di bicarakan.
“Jujur, kami tidak pernah di ajak diskusi soal itu. Dari kami juga tidak ada permintaan untuk pembongkaran,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).
Ia mengaku kondisi akses menuju tokonya saat ini sudah cukup memadai. Bahkan, ia justru khawatir jika pembongkaran benar-benar terlaksana, dampaknya bisa menimbulkan ketidakteraturan di kawasan tersebut.
“Kalau di bongkar malah takutnya jadi makin tidak tertata,” katanya.
Aldin juga meluruskan isu yang mengaitkan usahanya dengan keluarga Wali Kota Semarang. Ia menegaskan bahwa bisnis tersebut sepenuhnya dikelola secara mandiri bersama timnya.
“Tidak ada kepemilikan dari pihak yang disebutkan. Memang ada teman yang membantu di awal, terutama untuk berdiskusi soal perizinan, tapi bukan pemilik,” jelasnya.
Ia menambahkan, seluruh proses perizinan usaha telah berjalan sesuai prosedur, termasuk yang berkaitan dengan kawasan cagar budaya. Proses tersebut berlangsung cukup panjang, mulai sejak September 2025 hingga selesai pada Maret 2026.
“Prosesnya hampir enam bulan. Semua kami jalankan sesuai aturan,” ujarnya.
Terkait kondisi bangunan, Aldin memastikan pihaknya sangat berhati-hati agar tidak merusak struktur yang ada. Ia menegaskan tidak mungkin melakukan pembongkaran, mengingat status kawasan tersebut.
BACA JUGA: Curi Start Lebaran, Tren Gamis “Bini Orang” Diserbu Pembeli di Pasar Johar Semarang
“Untuk pemasangan saja kami lapisi dulu agar tidak merusak. Jadi kalau sampai membongkar pagar atau tembok, itu tidak mungkin,” tegasnya.
Di sisi lain, Pemerintah Kota Semarang melalui Kepala Dinas Perdagangan, Aniceto Magno Dasilva, turut memberikan klarifikasi. Ia memastikan tidak ada pembongkaran tembok di kawasan Pasar Johar.
Menurutnya, pekerjaan yang pihaknya lakukan hanya sebatas penyesuaian akses berupa perataan undakan agar lebih aman dan nyaman bagi pengunjung.
“Tidak ada pembongkaran tembok. Yang dilakukan hanya meratakan trap atau undakan supaya lebih ramah bagi pengunjung,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kondisi undakan sebelumnya, menurutnya terlalu tinggi dan berpotensi membahayakan. Selain itu, jika ada pembongkaran, justru berisiko menyebabkan genangan air masuk ke area pasar.
“Kalau kita jebol malah berisiko air masuk dan menyebabkan banjir. Jadi justru kita hindari hal itu,” tambahnya.
Amoy, sapaannya juga menyebut kehadiran usaha baru di kawasan Pasar Johar membawa dampak positif. Berdasarkan komunikasi dengan para pedagang, aktivitas pasar yang sempat sepi kini mulai kembali ramai.
“Pedagang justru senang karena ada tambahan pengunjung. Ini membantu menghidupkan kembali kawasan pasar,” katanya.
Ia pun menyayangkan berkembangnya isu yang tidak benar hingga menyeret ranah pribadi.
“Yang kami sayangkan, isu ini berkembang ke arah personal dan berkaitan dengan pihak yang tidak ada hubungannya. Padahal faktanya tidak seperti itu,” ujarnya. (*)
Editor: Elly Amaliyah





