“Akhirnya kami ikhlaskan. Tapi saya beri edukasi, orang keluar rumah itu butuh waktu dan biaya,” katanya.
Ia juga pernah membantu mencegah penipuan jual-beli kucing ketika penjual berkali-kali mangkir dan mencoba memberikan kucing palsu.
Meski jasanya lahir dari iseng-iseng, Boim kini melihat Jasa Suruh Semarang sebagai peluang serius dan sekaligus cara membuka lapangan pekerjaan.
“Saya ingin mengajak orang lain bekerja bersama. Banyak yang butuh tambahan penghasilan,” ujarnya.
Ia bahkan sering membolehkan orang dari luar kota yang ingin membuka jasa serupa menggunakan namanya sebagai referensi. “Pekalongan, Jepara, Pati, sudah banyak yang konsultasi ke saya,” pungkasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





