Jateng

Viral Mahasiswa Undip Diduga Pelaku Kekerasan Seksual, Korban Lebih dari 11 Orang

×

Viral Mahasiswa Undip Diduga Pelaku Kekerasan Seksual, Korban Lebih dari 11 Orang

Sebarkan artikel ini
Tersangka PPDS | KPK Perguruan | UKT Undip | Jalur Mandiri Undip
Universitas Dipongeroro (Undip) Semarang. (Foto: Dok. IKA Undip)

SEMARANG, beritajateng.tv – Kasus dugaan kekerasan seksual yang menyeret nama mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) viral di media sosial X setelah muncul video pengakuan seorang pria berinisial S.

Pihak kampus mengungkap laporan terkait kasus tersebut sebenarnya telah mereka terima sejak 24 April 2026. Kini, kasus itu masih dalam proses penanganan Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT) serta Tim Kode Etik.

Video pengakuan itu terungkap dari akun X UNDIP MENFESS dan telah netizen tonton ratusan ribu kali sejak Kamis, 14 Mei 2026. Dalam video tersebut, seorang pria berbaju hitam tampak memegang kertas bertuliskan “PELAKU KS” sambil menyampaikan permintaan maaf kepada para korban.

“Perkenalkan nama saya Suharman. Saya pelaku kekerasan seksual dan saya minta maaf kepada para korban. Dan saya meminta maaf kepada mahasiswa Teknik. karena saya sudah mengaku-ngaku sebagai mahasiswa Teknik. Saya berjanji tidak melakukan hal yang serupa lagi,” ujar terduga pelaku dalam video tersebut.

BACA JUGA: Kecam Dugaan Kekerasan Seksual di Pati, Dewan: Pengawasan Tak Hanya di Ponpes

Berdasarkan informasi yang beredar, S merupakan mahasiswa D4 Teknologi Rekayasa Konstruksi Perkapalan Undip angkatan 2024.

Unggahan itu juga memuat kronologi yang terhimpun dari sejumlah korban. Terduga pelaku kabarnya memiliki citra agamis, aktif organisasi, berprestasi dalam perlombaan, hingga pandai dalam trading. Kabarnya, ia juga kerap menunjukkan sikap serius saat membahas hubungan dengan lawan jenis.

“Korban ada 11 orang lebih (Undip & beberapa kampus lainnya di Semarang, Kalimantan, dll) Korban kenal dengan pelaku karena sekampus, juga ada yang dari Telegram, grup belajar, dating app,” tulis akun tersebut.

Menurut keterangan yang beredar, pelaku sering membahas masa depan, pernikahan, hingga mengenalkan diri kepada keluarga korban untuk menunjukkan keseriusan menjalin hubungan.

“Ahli dalam love bombing di awal, bikin korban attached. Terus mulai manipulatif, ngilang-ngilang, bohong, selingkuh, tapi pas ketahuan malah muter balik bikin korbannya merasa bersalah atau ngerasa terlalu menuntut,” lanjut unggahan itu.