Viral Postingan Upaya Penculikan Anak di SD Semarang

Ilustrasi penculikan anak.

Semarang, 21/5 (BeritaJateng.tv) – Viral postingan dugaan upaya penculikan di Sekolah Dasar (SD) Sendangmulyo 3 Kecamatan Tembalang Kota Semarang dengan calon korban anak kelas 2 di SD tersebut.

Kabar viral tersebut pertama kali diposting grup facebook MIKSEMAR oleh akun bernama Wiwin Andriani pada Jum’at pagi (20/5/2022). Dalam postingannya, Wiwin mengingatkan kepada guru dan wali murid agar disiplin menjaga anak-anak karena penculik menggunakan kedok penjemputan.

“Siang lur ingin berbagi info kemarin di sekolah anak saya di salah satu SD di Sendangmulyo ada percobaan penculilan seperti biasa berpura-pura sebagai penjemput. Hanya saling mengingatkan saja kalau bisa antar dan jemput tepat waktu saja dan tetap waspada. Ciri-ciri penculik kemarin laki-laki dewasa berkacamata hitam bermasker hitam memakai jaket dan motor matic. Untuk platnya belum diketahui karena anak yang bersangkutan belum faham. Ketika kejadian terpantau depan sekolah agak sepi karena kelas lain belum keluar dan banyak yang ada kelas tambahan termasuk teman-teman sekelas anak tersebut. Selalu bekali anaknya dengan nasihat yang bijak nggih lur agar selalu waspada terhadap orang yang tidak dikenal. Suwun lur,” ungkap aku Wiwin Wulandari di grup facebook MIKSEMAR.

Selain itu, tersebar pula pembicaraan WhattsApp antara seorang Wali murid dan guru bernama Bu Intan. Dalam pembicaraan tersebut seorang wali murid diberi tahu oleh Bu Intan tentang dugaan perencanaan penculikan tersebut yang ternyata bukan hoaks, dan Bu Intan memastikan calon korban sudah aman.

“Selamat malam bu, saya infokan berita ini (pistingan facebook di MIKSEMAR) adalah benar saya harap ortu/wali murid untuk menjemput tepat waktu dan anak-anak tetap di dalam kelas/depan kelas agar bp/ibu mudah memantau,” ujar Bu Intan memberi tahu seorang wali murid melalui WhattsApp.

Bu Intan kemudian memastikan anak yang menjadi calon korban sudah aman.

“Iya bu, td anak kelas II C muridnya bu Eko. Alhamdulillah anaknya langsung lari jadi masih aman,” tandas Bu Intan.

Sementara itu, Kepala Sekolah SD Sendangmulyo 3 hingga saat ini masih belum memberikan respon kepada wartawan untuk memberikan keterangan kasus tersebut.

Di tempat berbeda, Gunawan Saptogiri selaku Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang mengingatkan kepada wali murid dan pihak sekolah untuk waspada. Dia juga mengatakan perlu ada koordinasi dengan penjaga sekolah.

“Ya kita harus sama-sama waspada ya antara guru, BP, Kepala Sekolah, dan wali murid. Karena untuk menjaga anak-anak usia SD ini memang tidak bisa longgar. Nah biasanya di gerbang sekolah kan ada penjaganya, alangkah lebih baiknya wali murid berkooordinasi dengan dia agar jika ada penjemput yang tidak dikenal bisa segera dicegah potensi kejahatannya,” ujar Gunawan saat dihubungi.

Gunawan mengatakan, euforia sekolah tatap muka memang sedang dirasakan oleh masyarakat. Namun pihaknya mengingatkan agar jangan sampai lengah dalam menjaga anak.

“Sekarang ini kan kita sedang senang-senangnya kembali ke sekolah tatap muka. Tapi kita jangan lupa untuk berhati-hati terhadap anak-anak kita. Sebaiknya anak-anak kalau memang sudah memasuki jam pulang, mereka tetap di dalam atau di depan kelas sampai wali murid atau saudaranya menjemput,” tandasnya.

Selain itu, Gunawan juga mengatakan agar kebersihan dan kesehatan selalu dikedepankan untuk kenyamanan proses pendidikan.

“Kemudian untuk kebersihan dan kesehatan, walaupun pandemi sudah semakin minim, kita tetap perlu waspada terhadap ancaman penyakit dengan selalu menjaga kebersihan dan melaksanakan prokes,” tutupnya. (Ak/El)

Leave a Reply

Your email address will not be published.