Wagub Jateng Apresiasi Kinerja PMI Rembang yang Sigap Tangani Covid-19

Wagub Jateng, Taj Yasin Maimoen

REMBANG, 16/4 (BeritaJateng.tv) – Kinerja Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Rembang dalam menangani Covid-19, mendapat apresiasi Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen. PMI Rembang dinilai mampu memenuhi permintaan darah dari kabupaten tetangga, serta aktif melakukan gerakan-gerakan kemanusiaan.

“Dari sisi kemanusiaan, PMI Rembang termasuk PMI yang progresif, kantornya juga lengkap, dukungan dari Pak Bupati sudah bagus. Ini perlu kita tingkatkan dan sinergikan dengan merangkul stakeholder yang ada di Kabupaten Rembang,” kata Taj Yasin seusai pelantikan Pengurus PMI Kecamatan se-Kabupaten Rembang masa bakti 2022-202, di Pendopo Museum RA Kartini, Sabtu (16/4/2022).

Taj Yasin menambahkan, ketika lonjakan Covid-19 sekitar Juli – September 2021, banyak orang keluar masuk rumah sakit, bahkan meninggal dunia. Dia menyebutkan berbagai upaya dilakukan PMI untuk menekan penularan Covid-19, di antaranya mengencarkan program Gedor Lakon (Gerakan Donor Plasma Konvalesen) yang diluncurkan Pemprov Jateng.

“Di Kabupaten Rembang saya juga bertemu dengan kawan-kawan relawan Covid Rangers. Ini juga disinergikan, bahwa embrio kemanusiaan di Rembang menunjukkan angka yang baik. Dan ini merupakan bagian yang diperintahkan oleh agama Islam,” jelasnya.

Agama Islam, lanjut dia, diturunkan oleh Allah menjadi agama di dunia untuk menjaga nyawa. Menurut sebagian besar ulama, lebih utama menjaga nyawa, karena kalau nyawanya tidak ada maka siapa yang akan menjaga agama. Karenanya, sudah sepatutnya para pengurus PMI bersyukur ditunjuk dan diberi amanah sebagai insan sosial sekaligus insan yang menjunjung tinggi kemanusiaan.

“PMI Rembang perlu kita dorong lagi untuk menjadi salah satu PMI penopang kemanusiaan di bagian timur Jawa Tengah,” harap ketua Dewan Kehormatan PMI Jateng itu.

Bupati Rembang Abdul Hafidz mengatakan, PMI merupakan organisasi kemanusiaan, sehingga tidak ada nilai ekonomi namun yang ada adalah nilai sosial. Karenanya, apabila sudah masuk PMI maka harus siap ikhlas lahir dan batin melaksanakan tugas pokok PMI, yakni kemanusiaan.

“Baru kali ini PMI Rembang kecukupan darah, padahal yang mengambil dari Pati, Grobogan, dan lainnya. Untuk memenuhi stok darah, PMI Rembang terus menggalang donor darah ke ormas-ormas, ponpes, Fatayat, dan organisasi lainnya diajak bersama sama memajukan PMI,” katanya. (Ak/El)

Leave a Reply

Your email address will not be published.