Jateng

Wakil Rakyat Desak PT TMJ Segera Perbaiki Kerusakan Infrastruktur Terdampak Banjir

×

Wakil Rakyat Desak PT TMJ Segera Perbaiki Kerusakan Infrastruktur Terdampak Banjir

Sebarkan artikel ini
Wakil Rakyat Kabupaten Semarang meminta PT Trans Marga Jateng (TMJ) menggunakan dana CSR-nya untuk memperbaiki kerusakan infrastruktur
Wakil Rakyat Kabupaten Semarang meminta PT Trans Marga Jateng (TMJ) menggunakan dana CSR-nya untuk memperbaiki kerusakan infrastruktur. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Wakil Rakyat Kabupaten Semarang meminta PT Trans Marga Jateng (TMJ) menggunakan dana CSR-nya untuk memperbaiki kerusakan infrastruktur yang rusak terdampak banjir.

Sebab dampak banjir yang diakibatkan tidak hanya banjir yang menggenangi rumah warga di Dusun Pancuran, Desa Kandangan, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang. Namun juga kerusakan takud dan jembatan.

Wakil Ketua FPKB DPRD Kabupaten Semarang, Hj Isroatun mengatakan, pihak-pihak terkait telah melakukan kunjungan lapangan. Hal itu untuk melihat dampak kerusakan akibat banjir di lingjubgan Dusun Pancuran.

Masing-masing Balai Besar Wilayah Sungai (BWS) Pemali Juana, PT TMJ serta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang yang Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) wakilkan.

Dari kegiatan ini, ia menekankan agar segera ada pembagian tugas sesuai dengan kewenangan masing-masing. Hal itu guna menangani masalah yang sudah bertahun-tahun warga Dusun Pancuran hadapi.

BBWS siap melakukan asesmen dan tindak lanjut dan bahkan mulai hari ini sudah akan melakukan analisa lapangan terkait dengan sungai dan infrastrukturnya harus di bangun seperti apa untuk jangka panjangnya.

BACA JUGA: Terdampak Banjir Tahunan, Warga Dusun Pancuran Sebut Dampak Jalan Tol Solo-Semarang

Termasuk juga meminta ketegasan dari PT TMJ terkait dengan tanggungjawab dan kewenangannya. Karena PT TMJ, katanya,  juga terlalu berbelit-belit dan tidak ada titik terang untuk penanganannya.

“Saya tidak mau tahu dan tetap meminta PT TMJ untuk bisa membangunkan jembatan jalan lingkungan yang sudah tergerus air sungai melalui dana CSR-nya,” ungkap Isroatun, Jumat, 9 Januari 2025.

Sebab, lanjutnya, dari diskusi di lapangan PT TMJ justru meminta pembangunan jembatan yang dimaksud menjadi kewenangan pemerintah daerah. Sementara sebagai anggota Badan Anggaran (Banggar), ia tahu persis bagaimana pengajuan anggaran juga lama, karena tahapan dan prosedurnya.

Sementara kalau masih harus menunggu hingga beberapa tahun lagi, warga juga tidak bisa, karena sudah sekian tahun merasakan dampaknya,” tegas Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Semarang ini.

Termasuk juga satu pondok pesantren yang bangunannya sudah tidak dapat berfungsi lagi. Hal ini karena lantainya ambrol dan saat ini para santrinya juga di ungsikan di rumah pengasuh pondok.

Oleh karena itu, Isroatun akan mengawal terus proses- proses untuk menyelesaikan persoalan yang sudah terjadi di lingkungan Dusun Pancuran tersebut. “Saat ini warga masih bisa bersabar, namun juga menghendaki agar secepatnya ada penyelesaian,” tandasnya.

Sementara itu, Camat Bawen, Aris Setyawan mengatakan, peninjauan lapangan oleh instansi terkait hari ini merupakan tindak lanjut dari peristiwa banjir yang terjadi pada 31 Desember 2025 lalu. Yang mana mengakibatkan kerusakan di Desa Kandangan dan Desa Polosiri.

“Sehingga pada tanggal 6 Januari 2026 kemarin telah terlaksana pertemuan. Serta masing-masing pihak telah menyepakati untuk pengecekan lapangan dan dijadwalkan pada hari ini,” jelasnya.

Aris juga menyampaikan dari kegiatan hari ini sudah ada titik terang dan ada beberapa kewenangan yang nanti akan sehera dilaksanakan. Dari BBWS Pemali-Juana terkait kewenangan sungai.

BACA JUGA: Update Banjir Bandang di Guci Tegal: Pancuran 13 Rusak Parah, BPBD Jateng Pastikan Nihil Korban Jiwa

Demikian halnya denga PT TMJ yang akan mengupayakan di kawasan hulunya yang dekat dengan jalan tol akan segera pihaknya benahi. Sedangkan adanya dampak kerusakan juga pihaknya upayakan untuk perbaikan.

“Tetapi kami belum bisa memastikan apakah itu nanti dari dana CSR atau bukan, tentunya masih melihat perkembangannya dan komitmen PT TMJ nanti,” tegasnya.

Sebelumnya, setelah sekian tahun diam, warga Dusun Pancuran, Kabupaten Semarang buka suara soal banjir yang masih mereka alami.

Warga mengaku, sebelumnya lingkungan Dusun Pancuran tidak pernah terdampak banjir. Namun sejak ada jalan tol Semarang- Solo, di wilayah Kecamatan Bawen rumah mereka setiap tahun kebanjiran akibat limpasan air sungai. (*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp