BLORA, portalblora.com – Warga Kelurahan Tambahrejo, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora menempuh jarak cukup jauh untuk mendapatkan air di tengah kondisi krisis air bersih yang melanda.
Menipisnya sumber mata air membuat warga harus mencari alternatif sumber air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Salah satunya, yakni sumur yang berada di tengah sawah kini menjadi andalan warga.
“Ya, airnya agak sulit ini satu-satunya sumur yang kami mafaatkan. Sumur di rumah sudah menipis,” kata seorang warga, Sumindar, Senin, 12 Oktober 2026.
BACA JUGA: Tingkatkan Ekonomi Lokal, Dekranasda Blora Dorong Event Daerah Gaet Kunjungan Publik
Untuk mengambil air, mereka harus membawa jerigen dan mengangkutnya menggunakan gerobak. Tujuannya, agar dapat membawa air dalam jumlah lebih banyak.
“Ini pakai gerobak daripada naik motor hanya bisa dapar dua jerigen,” ucap Sumindar.
Meski kondisi air sumur tidak terlalu jernih, warga tetap memanfaatkannya untuk kebutuhan mandi dan mencuci.
BACA JUGA: Semarak 1.500 Pelari Meriahkan Blora Run 2026, 40 Persen Peserta dari Luar Daerah
Sumur tersebut menjadi salah satu sumber air yang masih bisa digunakan di tengah semakin berkurangnya ketersediaan air akibat kemarau panjang.
Kondisi ini menggambarkan sulitnya warga mendapatkan air bersih ketika sumber-sumber air mulai mengering. Warga pun harus mengeluarkan tenaga ekstra demi memenuhi kebutuhan dasar rumah tangga.
149 Desa Terdampak Krisis Air Bersih
Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blora, Widodo, mengatakan, ada 149 desa yang mengalami krisis air bersih.
“Awalnya hanya 149 desa, kini banyak desa yang mengajukan bantuan air ke BPBD,” ucapnya.
BACA JUGA: Langkah Keluarga Aqib Siswa SD Korban Perundungan di Pemalang, Laporkan Kelalaian Kepsek ke Inspektorat
Menurut Widodo, berkurangnya sumber air membuat warga di wilayah terdampak bergantung pada bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
BPBD Blora terus menghadapi dampak kekeringan yang meluas, seiring menurunnya ketersediaan air di sejumlah wilayah.
Musim kemarau di Kabupaten Blora diprediksi masih berlangsung hingga pertengahan November mendatang. Warga diimbau menghemat penggunaan air dan memprioritaskan ketersediaannya untuk kebutuhan sehari-hari. (*)
Editor: Diaz A Abidin





