BLORA, beritajateng.tv – Warga Desa Sendangrejo, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora, meluapkan kemarahan akibat kabel telekomunikasi yang melintas tepat di depan rumah mereka. Kabel tersebut membentang rendah dan menjuntai hingga mendekati tanah, sehingga mengganggu aktivitas keluar masuk rumah.
Kondisi itu membuat warga merasa tidak aman. Kabel terpasang tanpa tiang penyangga khusus dan hanya menumpang pada tiang listrik. Posisi kabel yang terlalu rendah memicu kekhawatiran akan risiko sengatan listrik.
Salah satu warga, Ely Nyunanto, menyampaikan kekesalannya terhadap pemasangan kabel tersebut. Ia menilai pemasangan jaringan berlangsung asal-asalan dan membahayakan keselamatan warga. Ely juga memberi ultimatum kepada pihak terkait.
“Pemasangan seperti ini sangat ngawur. Kabel tidak punya tiang sendiri dan hanya menumpang tiang listrik. Kabel bahkan menjuntai ke bawah dan sangat berbahaya,” ujar Ely dengan nada geram, Senin, 16 Februari 2026.
BACA JUGA: Geger Temuan Mayat Perempuan di Sungai Dekat Pasar Hewan Blora, Saksi Dengar Suara “Brak”
Ely menyebut kondisi tersebut menghambat akses rumahnya. Ia mengaku sulit keluar masuk rumah karena kabel berada tepat di jalur utama. Situasi itu membuatnya geram karena pihak pemasang tidak meminta izin terlebih dahulu.
Menurut Ely, ia telah menanyakan kepemilikan kabel kepada sejumlah tetangga. Warga sekitar menduga kabel tersebut milik Telkomsel. “Saya sudah tanya warga sekitar. Informasinya kabel itu milik Telkomsel,” tambahnya.
Ely berencana melaporkan kejadian tersebut kepada pihak Telkomsel. Ia ingin memastikan kepemilikan kabel dan meminta penanganan segera. Ely bahkan mengancam akan memotong kabel jika tidak ada perbaikan dalam waktu tujuh kali dua puluh empat jam.
Masalah kabel semrawut ternyata tidak hanya terjadi di Bogorejo. Warga menyebut kondisi serupa muncul hampir di seluruh wilayah Kota Blora. Pemasangan jaringan telekomunikasi terlihat tidak tertata dan merusak keindahan kota.




