Jateng

Warga Pancuran Gelar Upacara HUT RI di Halaman Pasar, Berupaya Hapus Stigma Kampung Preman

×

Warga Pancuran Gelar Upacara HUT RI di Halaman Pasar, Berupaya Hapus Stigma Kampung Preman

Sebarkan artikel ini
upacara hut ri ke-81
Upacara pengibaran bendera Merah Putih HUT Kemerdekaan RI ke-81, di halaman Pasar Raya II, Kota Salatiga, Senin 17 Agustus 2026. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)

SALATIGA, beritajateng.tv – Ratusan warga RW 04 Lingkungan Pancuran, Kelurahan Kutowinangun Lor, Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga, menggelar upacara bendera HUT ke-81 Kemerdekaan RI di halaman parkir Pasar Raya II, Senin, 17 Agustus 2026.

Warga dari berbagai generasi mengikuti upacara dengan khidmat. Mereka mengenakan beragam pakaian, mulai dari kemeja bermotif batik hingga pakaian adat Jawa.

Peserta upacara juga berbaris berdasarkan urutan RT yang berada di lingkungan RW 04. Sementara itu, para pemuda setempat bertugas sebagai petugas upacara, termasuk sebagai anggota pasukan pengibar bendera Merah Putih.

Sebelumnya, para pemuda tersebut mendapat pelatihan dari anggota TNI dan Polri. Upacara mulai pukul 07.00 WIB dan Ketua DPRD Kota Salatiga, Dance Ishak Palit pimpin.

Sejumlah anggota DPRD Kota Salatiga juga mengikuti upacara tersebut, di antaranya Hartoko Budhiono, Lauren Adrian, Rafael Laksamana Djatmiko, Yusuf Wibisono dan Pudjo Suseno.

Ketua RW 04 Kelurahan Kutowinangun Lor, Edy Prasetyo, mengatakan warga rutin menggelar upacara tersebut setiap peringatan HUT Kemerdekaan RI sejak 2016.

BACA JUGA: Dapat Remisi HUT RI, Dua Napi Lapas Ambarawa Belum Bisa Langsung Bebas

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bentuk peringatan kemerdekaan, tetapi juga sarana menanamkan nasionalisme dan kecintaan terhadap bangsa kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

“Tujuan pengadaannya upacara bendera ini tidak lain untuk menanamkan semangat nasionalisme dan kecintaan kepada negara dan bangsa,” ungkapnya.

Edy mengatakan lingkungan Pancuran selama ini terkenal dengan stigma sebagai kampung preman di Kota Salatiga. Karena itu, warga berupaya mengubah citra tersebut melalui berbagai kegiatan positif dan penguatan kebersamaan.

Ia berharap penanaman nilai nasionalisme dan keterlibatan aktif pemuda dapat membantu menghapus stigma tersebut sekaligus mendorong masyarakat Pancuran untuk terus berbenah.

Upaya tersebut, lanjut Edy, telah di pelopori oleh para ketua RW sebelumnya bersama para sesepuh warga Pancuran. Mereka mendorong perubahan lingkungan agar kehidupan masyarakat semakin baik dan sejahtera.

“Memang kekuatan kami ada di kekompakan dan soliditas warga dan keinginan warga untuk berubah kemudian juga tersambut baik pemerintah daerah,” lanjutnya.

Dukungan tersebut turut membuka peluang masuknya berbagai program pemerintah, kementerian hingga akademisi ke lingkungan Pancuran.

“Karena keinginan untuk mengubah wajah lingkungan juga semakin besar,” tambah Edy.

BACA JUGA: Antisipasi Demo Anarkis, Pemkot Semarang Batalkan Resepsi HUT RI di Balaikota dan Siagakan Personel

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Salatiga Dance Ishak Palit mengatakan masyarakat Indonesia memiliki tanggung jawab untuk mewarisi sekaligus menjaga semangat perjuangan para pahlawan dan pendahulu bangsa.

Menurutnya, kemerdekaan yang telah diwariskan harus diisi dengan upaya menjaga kedaulatan dan membangun Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Dance juga mengapresiasi jasa dua bersaudara yang berprofesi sebagai wartawan, Frans dan Alex Mendur, yang mengabadikan momen Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Menurutnya, dokumentasi tersebut memiliki peran penting dalam menyebarluaskan kabar kemerdekaan Indonesia hingga ke berbagai daerah, termasuk Salatiga.

“Bahkan hari ini kita masih bisa melihat saat proklamasi dibacakan setiap upacara HUT Kemerdekaan RI,” tegasnya. (*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp