SEMARANG, beritajateng.tv – Peristiwa longsor talut Pabrik Unit Es Kristal di RT 06 RW 04 Kelurahan Karanganyar Gunung, Kecamatan Candisari, Kota Semarang, pada Rabu, 10 September 2025 masih menyisakan kepanikan bagi warga sekitar.
Selain menimpa empat rumah warga, longsoran juga menyebabkan aliran sungai tersumbat hingga memicu banjir cepat pada sore hari.
Salah satu warga terdampak, Hirman, bersyukur seluruh keluarganya selamat. Peristiwa terjadi sekitar pukul 10.15 WIB, disusul hujan deras pada sore hari. Ia mengungkap bahwa air naik hingga setara leher orang dewasa.
“Alhamdulillah kondisinya baik-baik semua. Warga sudah dievakuasi ke Kos Atlanta, ada sekitar 23 jiwa, termasuk dua anak kecil. Air datang cepat sekali, enggak sampai 5 menit sudah naik tinggi,” ungkapnya kepada beritajateng.tv pada Kamis, 11 September 2025.
BACA JUGA: BPBD: Pembersihan Longsor Talud Pabrik Es di Candisari Manual, Korban Dapat Kontrakan Rumah Setahun
Hirman menambahkan, banjir ini baru pertama kali terjadi selama 35 tahun tinggal di lokasi tersebut.
“Biasanya tidak pernah banjir, tapi karena longsoran menutup sungai akhirnya meluap,” katanya.
Dalam musibah itu, warga masih sibuk membersihkan rumah dan mengevakuasi barang-barang yang bisa diselamatkan. Namun, banyak juga yang hilang.
Beruntung, Hirman berhasil mengamankan surat-surat berharga sebelum banjir meluas. Ia menaksir kerugian yang ia alami mencapai puluhan juta.
BACA JUGA: Empat Rumah Rusak Akibat Talut Pabrik Es Longsor di Candisari Semarang, 14 KK Mengungsi
“Ada uang, perhiasan, kasur, pakaian, banyak yang hanyut. Kalau hitung kerugian di tempat saya hampir Rp50 juta,” ujarnya.
Hirman pun menyebut perusahaan Pabrik Es Kristal langsung memberi bantuan awal bagi warga terdampak.
“Malamnya sudah pihak pabrik siapkan tempat penampungan di kos dengan 15 kamar. Alhamdulillah semua warga bisa tertampung,” katanya.
Untuk perbaikan rumah, ia mengaku belum bisa banyak berkomentar karena proses masih baru mulai. “Yang penting sekarang perusahaan sudah support penuh warga. Soal perbaikan kami tunggu saja,” pungkasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





