SEMARANG, beritajateng.tv – Pondasi atau talut Pabrik Unit Es Kristal di Jalan Dr. Wahidin No. 52, Kelurahan Karanganyar Gunung, Kecamatan Candisari, Kota Semarang, longsor dan menimpa rumah warga pada Rabu, 10 September 2025 sekitar pukul 10.00 WIB.
Peristiwa tersebut menimpa beberapa rumah warga RT 06 RW 04. Talut sepanjang 150 meter dengan ketinggian 20 meter ambruk, menyebabkan bagian belakang rumah korban rusak parah. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerugian materiil cukup besar dan sementara belum bisa ditaksir.
Berdasarkan keterangan saksi, beberapa hari sebelumnya kondisi talut sudah menunjukkan retakan. Pihak warga sempat melaporkan ke pengembang dan telah ada upaya perbaikan.
BACA JUGA: Talut Jembatan Antar Desa di Blora Longsor, Warga Mesti Cari Jalan Alternatif: Jauh Kalau Memutar
Pihak pabrik es akhirnya menyatakan bertanggung jawab penuh, termasuk perbaikan rumah korban serta menyediakan kontrakan sementara selama satu tahun.
Empat Rumah Terdampak, Pihak Perusahaan Janji Tanggung Jawab
Camat Candisari, Cipta Nugraha, menegaskan bahwa longsor tersebut berdampak pada empat rumah warga.
“Ada 14 KK yang terdampak. Saat ini semuanya sudah dievakuasi dan diungsikan di rumah kos Atlanta,” jelasnya saat di lokasi pada Kamis, 11 September 2025.
Ia menambahkan, seluruh rumah yang terdampak adalah rumah pribadi, bukan kontrakan. Pihak perusahaan berkomitmen menanggung seluruh kerugian dan ganti rugi. “Nanti dari pihak perusahaan bertanggung jawab sepenuhnya,” tegas Cipta.
Evakuasi dan Penanganan Bersama Petugas Gabungan
Menurut pantauan beritajateng.tv sekitar pukul 09.00 WIB proses evakuasi dan penanganan pasca-kejadian melibatkan warga hingga aparat gabungan dari pemerintah setempat.
BACA JUGA: BMKG Peringatkan Hujan Lebat Mulai 17 Mei, Waspadai Banjir dan Longsor di Jateng
Kejadian longsor diketahui terjadi pada Rabu, 10 September 2025 sekitar pukul 10.00 WIB, sementara aliran air dan banjir kecil baru muncul sore harinya sekitar pukul 16.00 WIB.
Pemerintah Kecamatan Candisari mengimbau agar warga tetap waspada terhadap kondisi lahan yang rawan longsor, terutama saat memasuki musim hujan. (*)
Editor: Farah Nazila





