Selain banjir, BMKG juga mengingatkan potensi angin kencang hingga puting beliung, terutama di wilayah pesisir Pantura Timur.
BACA JUGA: BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Ancam Jawa Tengah Hingga 10 Desember, Ini Sebaran Daerahnya
“Untuk wilayah pesisir dekat laut itu berpotensi angin kencang atau puting beliung,” ujarnya.
Wilayah Pantura Timur yang perlu meningkatkan kewaspadaan meliputi Demak, Jepara, Kudus, dan Pati, serta daerah sekitarnya seperti Rembang, Grobogan, dan Blora.
BMKG Ungkap Penyebab Hujan Lebat di Pantura Timur
BMKG mengungkap sejumlah faktor yang memicu tingginya intensitas hujan di Jawa Tengah, khususnya Pantura Timur. Ferry menjelaskan, kondisi ini dipengaruhi oleh beberapa dinamika atmosfer yang terjadi secara bersamaan.
“Faktor utamanya karena Jawa Tengah sedang berada di puncak musim hujan, terutama di Pantura Timur. Selain itu, ada pusat tekanan rendah di perairan selatan Nusa Tenggara hingga Bali,” jelasnya.
Faktor lain yang turut memperkuat pembentukan awan hujan adalah adanya pertemuan angin atau konvergensi di sepanjang Pulau Jawa, termasuk wilayah Jawa Tengah.
BACA JUGA: BMKG Peringatkan Hujan Lebat di Cilacap-Banjarnegara, Kota Semarang Hujan Ringan hingga Sedang
“Ditambah kelembapan udara yang cukup tinggi, dari lapisan bawah hingga atas atmosfer. Kombinasi faktor-faktor itu yang menyebabkan hujan di Pantura cenderung tinggi,” katanya.
Meski hujan terjadi hampir di seluruh Jawa Tengah, Ferry menegaskan Pantura Timur menjadi wilayah dengan intensitas paling menonjol dalam beberapa hari terakhir.
Hampir Seluruh Jateng Masuk Puncak Musim Hujan Januari-Februari
Lebih jauh, BMKG menyebut hampir seluruh wilayah Jawa Tengah saat ini berada dalam periode puncak musim hujan yang berlangsung pada Januari hingga Februari 2026.
Wilayah yang masuk puncak musim hujan meliputi Pantura Barat hingga Timur, mulai dari Brebes, Tegal, Pemalang, Pekalongan, Batang, Kendal, Semarang, Demak, Kudus, Pati, Grobogan, hingga Blora.





