SEMARANG, beritajateng.tv – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi hujan sedang hingga lebat, bahkan ekstrem, yang perkiraan melanda wilayah Pantura Timur Jawa Tengah dalam beberapa hari ke depan. BMKG menyebut hujan dengan intensitas tinggi masih berpotensi terjadi hingga tiga hari mendatang.
Prakirawan BMKG Ahmad Yani Semarang, Ferry Oktarisa, mengatakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat hampir merata terjadi di Jawa Tengah. Namun, wilayah yang paling menonjol berpotensi terdampak hujan ekstrem berada di kawasan Pantura Timur.
“Untuk sepekan ke depan, terutama tiga hari ke depan, potensi hujan sedang hingga lebat hampir menyeluruh di Jawa Tengah. Yang paling menonjol di Pantura Timur, yaitu Demak, Jepara, Pati, Kudus, Rembang, Grobogan, dan Blora,” ujar Ferry saat beritajateng.tv hubungi via panggilan WhatsApp, Senin, 12 Januari 2026.
BACA JUGA: Puncak Musim Hujan dan Awal Masuk Sekolah, IDAI Ingatkan Risiko Influenza, Diare, DBD pada Anak
Ia menyebut, hujan di kawasan Pantura Timur telah berlangsung sejak beberapa hari terakhir dan masih berlanjut. BMKG mencatat hujan ekstrem sempat terjadi di sejumlah daerah dengan intensitas sangat tinggi.
“Dua hari kemarin di Jepara, Kudus, dan Demak itu termasuk ekstrem, intensitasnya di atas 100 milimeter per hari. Untuk wilayah Semarang masih hujan ringan hingga sedang,” jelasnya.
BMKG memprakirakan potensi hujan sedang hingga lebat, bahkan ekstrem, di Pantura Timur masih berlangsung hingga Selasa-Kamis, 12-15 Januari 2026.
Pantura Timur Berpotensi Hujan Ekstrem, BMKG Wanti-wanti Banjir dan Angin Kencang
Ferry menegaskan, hujan dengan intensitas tinggi di Pantura Timur meningkatkan potensi bencana hidrometeorologi, khususnya banjir. Menurutnya, hujan deras sudah terjadi sejak 9 Januari dan masih berlanjut dalam beberapa hari ke depan.
“Masih ada potensi banjir, karena hujan lebatnya sudah terjadi dari tanggal 9. Tanggal 10, 11, 12 ini masih hujan, dan kemungkinan dua sampai tiga hari ke depan masih ada hujan deras di Pantura Timur,” katanya.
Selain banjir, BMKG juga mengingatkan potensi angin kencang hingga puting beliung, terutama di wilayah pesisir Pantura Timur.
BACA JUGA: BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Ancam Jawa Tengah Hingga 10 Desember, Ini Sebaran Daerahnya
“Untuk wilayah pesisir dekat laut itu berpotensi angin kencang atau puting beliung,” ujarnya.
Wilayah Pantura Timur yang perlu meningkatkan kewaspadaan meliputi Demak, Jepara, Kudus, dan Pati, serta daerah sekitarnya seperti Rembang, Grobogan, dan Blora.
BMKG Ungkap Penyebab Hujan Lebat di Pantura Timur
BMKG mengungkap sejumlah faktor yang memicu tingginya intensitas hujan di Jawa Tengah, khususnya Pantura Timur. Ferry menjelaskan, kondisi ini dipengaruhi oleh beberapa dinamika atmosfer yang terjadi secara bersamaan.
“Faktor utamanya karena Jawa Tengah sedang berada di puncak musim hujan, terutama di Pantura Timur. Selain itu, ada pusat tekanan rendah di perairan selatan Nusa Tenggara hingga Bali,” jelasnya.
Faktor lain yang turut memperkuat pembentukan awan hujan adalah adanya pertemuan angin atau konvergensi di sepanjang Pulau Jawa, termasuk wilayah Jawa Tengah.
BACA JUGA: BMKG Peringatkan Hujan Lebat di Cilacap-Banjarnegara, Kota Semarang Hujan Ringan hingga Sedang
“Ditambah kelembapan udara yang cukup tinggi, dari lapisan bawah hingga atas atmosfer. Kombinasi faktor-faktor itu yang menyebabkan hujan di Pantura cenderung tinggi,” katanya.
Meski hujan terjadi hampir di seluruh Jawa Tengah, Ferry menegaskan Pantura Timur menjadi wilayah dengan intensitas paling menonjol dalam beberapa hari terakhir.
Hampir Seluruh Jateng Masuk Puncak Musim Hujan Januari-Februari
Lebih jauh, BMKG menyebut hampir seluruh wilayah Jawa Tengah saat ini berada dalam periode puncak musim hujan yang berlangsung pada Januari hingga Februari 2026.
Wilayah yang masuk puncak musim hujan meliputi Pantura Barat hingga Timur, mulai dari Brebes, Tegal, Pemalang, Pekalongan, Batang, Kendal, Semarang, Demak, Kudus, Pati, Grobogan, hingga Blora.
Selain itu, wilayah selatan dan pegunungan seperti Purbalingga, Banyumas, Banjarnegara, Wonosobo, Magelang, dan Temanggung juga berada pada fase puncak musim hujan. Hampir seluruh kawasan Solo Raya, termasuk Surakarta, Klaten, Boyolali, dan Wonogiri, turut terdampak kondisi serupa.
BACA JUGA: BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca: Hujan Petir Ancam Pantura dan Selatan Jateng
“Jadi hampir dari barat sampai timur Jawa Tengah, dari Brebes sampai Blora, itu puncak musim hujan di Januari hingga Februari,” jelasnya.
BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Tak hanya itu, BMKG juga meminta masyarakat tetap tenang, rutin memperbarui informasi cuaca dari sumber resmi, serta mengikuti arahan pemerintah dan instansi terkait kebencanaan apabila terjadi potensi maupun bencana di wilayah masing-masing.
“Masyarakat diimbau waspada terhadap banjir, tanah longsor, dan angin kencang. Saat hujan disertai kilat dan angin kencang, hindari tempat terbuka, pohon besar, baliho, atau tiang listrik yang berpotensi roboh,” pungkas Ferry. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





