Ia mencontohkan pertunjukan seni budaya di Bali sehingga berharap pergelaran wayang di Semarang menjadi pertunjukan yang gampang masyarakat cari. Tentunya dengan berbagai lakon yang penonton sukai.
Selain itu, Agustina mengatakan bahwa Pemerintah Kota Semarang juga berencana untuk memberikan bantuan berupa perangkat pakaian atau kostum wayang kepada semua sanggar wayang di Kota Semarang pada 2026.
Wakil Walikota Semarang Iswar Aminuddin menambahkan bahwa wayang orang bukan sekadar pertunjukan seni tradisional. Melainkan juga sarana penting dalam pelestarian nilai-nilai luhur budaya bangsa.
“Saya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas terselenggaranya ‘Wayang Orang on the Street’. Pagelaran ini tidak saja sebagai upaya pelestarian budaya, tetapi juga sebagai episode untuk mengajarkan dan menanamkan nilai-nilai moral kepada tiap generasi,” katanya.
Turut hadir pada pagelaran itu, antara lain anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Samuel Wattimena yang berkesempatan membacakan puisi sebelum pertunjukan wayang orang tampil.
Samuel yang juga terkenal sebagai desainer tersebut membacakan puisi berjudul “Puisi Pembuka”. Kegiatan berlanjut dengan menyanyikan lagu “Indonesia Pusaka” bersama sejumlah guru besar yang hadir, dan lagu “Bersuka Ria” karya Bung Karno. (*)
Editor: Elly Amaliyah





