SEMARANG, beritajateng.tv – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang berkomitmen untuk segera mewujudkan pembangunan rumah sakit di wilayah Kabupaten Semarang bagian selatan.
Pasalnya, pembangunan rumah sakit ini sangat masyarakat butuhkan. Terlebih, selama ini mereka mesti menggunakan fasilitas kesehatan (faskes) terdekat di daerah lain.
Terkait hal ini, beberapa ikhtiar telah Bupati Semarang Ngesti Nugraha lakukan dengan pihak luar negeri lantaran perlu biaya sangat besar guna membangun faskes tersebut.
Di satu sisi, sudah ada kajiannya dan ia berharap kelak bakalan ada investor yang tertarik mewujudkan rumah sakit di Kabupaten Semarang wilayah selatan.
BACA JUGA: DPRD Soroti RPJMD Semarang 2025-2029, Rumah Sakit Jadi Fokus
“Baik membangun secara mandiri maupun dikerjasamakan dengan pemerintah daerah,” ungkap Ngesti di Ungaran, Kabupaten Semarang, Sabtu, 3 Mei 2025.
Ia mengatakan, beberapa waktu lalu pihaknya telah memaparkan perihal rencana ini di hadapan perwakilan Konsulat Jenderal (Konjen) Australia dan berharap segera ada tindak lanjut.
Kemudian, lanjut Ngesti, kemarin ada pula perwakilan dari Korea Selatan yang sudah bertemu. Namun, masih sebatas penjajakan dan harapannya juga bakal ada tindak lanjut.
Bagi Pemkab Semarang, mana yang paling cepat dan bisa segera mewujudkan rumah sakit di wilayah selatan Kabupaten Semarang tersebutlah yang paling dibutuhkan.
BACA JUGA: KPK Masih Telaah Dugaan Phantom Billing 3 Rumah Sakit di Indonesia, Jawa Tengah Tertinggi
“Sehingga itu akan bisa mengurangi beban pemerintah daerah. Karena memang butuh anggaran yang sangat besar,” imbuhnya.
Disinggung berapa kebutuhan biaya pembangunan rumah sakit yang dimaksud, Ngesti menyampaikan lahannya sudah Pemkab Semarang siapkan.
Namun, untuk kebutuhan pembangunan fisiknya, lebih kurang mencapai Rp450 miliar. Menurutnya, biaya tersebut cukup besar bila melihat kemampuan keuangan daerah. Maka itu, Pemkab Semarang akan sangat mendukung jika ada investor yang masuk.
“Tentunya sesuai dengan ketentuan-ketentuan dan peraturan yang ada,” tegas Ngesti. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





