Peristiwa

Wujud Solidaritas, Pemkot Semarang Kirim Personil Bantu Evakuasi Korban Longsor di Pekalongan

×

Wujud Solidaritas, Pemkot Semarang Kirim Personil Bantu Evakuasi Korban Longsor di Pekalongan

Sebarkan artikel ini
Wujud Solidaritas, Pemkot Semarang Kirim Personil Bantu Evakuasi Korban Longsor di Pekalongan
Tim Unit K9 Satpol PP Kota Semarang diterjunkan untuk membantu pencarian korban longsor dan banjir di Pekalongan. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menunjukkan rasa solidaritasnya dengan mengirim personil untuk membantu pencarian korban longsor di Pekalongan.

Tim Satpol PP Unit K9 turun langsung membantu pencarian korban bencana banjir dan tanah longsor di Pekalongan, Selasa, 21 Januari 2024.

Plt Kepala Satpol PP Kota Semarang, Marthen Stevanus Dacosta menuturkan bahwa pihaknya menurunkan beberapa personil dalam pencarian korban longsor.

“Ada 6 orang dan 2 ekor anjing pelacak yang kami kerahkan. Untuk membantu pencarian korban yang masih tertimbun longsor serta untuk perbantuan logistik,” tutur dia.

BACA JUGA: Video Penjual Kopi Keliling Polisikan Petugas Satpol PP Kota Semarang

Tim langsung berkoordinasi dengan Basarnas untuk terlibat dalam pencarian korban di Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan.

“Kami mengirimkan enam personil dan dua anjing pelacak untuk membantu menemukan korban. Baik yang selamat maupun yang meninggal,” kata Marthen.

Ia kemudian menjelaskan tim berangkat jam enam sore dan harus menempuh perjalanan selama tujuh jam. Hal ini karena medan jalanan yang sulit, kemudian tim beristirahat di polsek setempat sebelum memulai pencarian keesokan paginya.

Proses pencarian akan berlangsung tiga hari jika melihat kondisi lapangan yang ternyata berada di dataran tinggi. “Karena kondisi cuaca yang tidak menentu. Jika cuaca setempat mendukung maka akan ditambah waktu untuk proses pencarian korban,” imbuhnya.

Sementara sampai saat ini fokus tim K9 dan tim Polda Jawa Tengah adalah mempersempit ruang pencarian. Karena luas area pencarian dan medan yang sulit untuk di jangkau.

“Untuk korban yang belum ketemu ada 10 orang di tiga titik. Untuk titik yang di cafe masih kurang 8 orang atau mungkin bisa lebih. Karena pada saat bencana banjir dan longsor terjadi, bebarengan dengan acara yang ada di cafe tersebut,” kata Marthen.