Wujudkan Ketahanan Pangan, Pemkot Sinergi TNI Panen Jagung dan Launching BUMP

Kasdam IV/Diponegoro dan Plt Wali Kota Semarang Beserta Jajaran Panen Raya Jagung dan Launching BUMP di Tembalang, Kota Semarang, Kamis (26/1). (Ellya - BeritaJateng.tv)

SEMARANG, 26/1 (BeritaJateng.tv) – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang dan Kodam IV/Diponegoro bersinergi mewujudkan ketahanan pangan masyarakat dan upaya menyejahterakan petani.

Hal ini ditandai dengan panen raya jagung di lahan milik Kodam IV/Diponegoro sekaligus peluncuran Badan Usaha Milik Petani (BUMP), Kamis (26/1).

Mewakili Pangdam IV Diponegoro, Kasdam IV/Diponegoro Brigjen TNI Deddy Suryadi, S.I.P. mengatakan kegiatan tersebut masuk dalam program nasional yang sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo untuk bisa memanfaatkan lahan kosong maupun lahan tidur agar menjadi lahan produktif.

Di Kota Semarang, lahan yang dimanfaatkan berada di lahan milik TNI tepatnya di Kecamatan Tembalang. Lahan seluas 10 hektar tersebut sejak bulan September 2022 sudah ditanami jagung. Pada saat panen raya kali ini diperoleh sebanyak 40 ton jagung.

“Kami lakukan program ini diseluruh Jawa Tengah dan tanamannya bervariasi mulai jagung, beras, hingga alpokat. Intinya lahan harus bermanfaat dan bernilai daya guna untuk masyarakat,” kata Suryadi, Kamis (26/1).

Hasil panen tersebut langsung dijual kepada ID food merupakan Perusahan BUMN bergerak di bidang pangan. Suryadi mengatakan dengan langsung dijual hasil panen tersebut maka petani bisa langsung merasakan hasil jerih payah selama ini.

Plt Wali Kota Semarang, Hevearita G. Rahayu mengatakan, petani akan diuntungkan karena dijual dengan harga bagus. Selain dijual untuk perusahaan BUMN, sebagian hasil panen juga dijual ke BUMP baru saja diluncurkan.

“Jadi jangan sampai kita malah kekurangan karena semuanya dijual keluar. Kebutuhan di Semarang juga harus dipenuhi. Harapannya melalui BUMP ini nanti bisa memenuhi yang ada di Semarang,” jelas Ita, sapaan akrabnya.

Ita menjelaskan, adanya BUMP maka diharapkan akan bisa memutus mata rantai distribusi panjang membuat harga di tingkat petani jadi rendah. Ia berharap BUMP ini bisa bekerjasama dengan Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) di kabupaten tetangga seperti Demak, Kendal dan Grobogan.

BUMP, lanjut Ita, diharapkan juga bisa berkolaborasi dengan perusahaan-perusahaan nasional seperti ID food. Ita menyebut, kebutuhan akan jagung sendiri untuk ID food mencapai 400 ribu ton. Jika dalam sekali panen saja BUMP bisa menjual 40 ton maka kesejahteraan petani akan semakin terangkat.

“Kalau di banyak titik bisa ditanam maka akan bisa mengurangi angka pengangguran juga dan kesejahteraan petani terangkat dan kita tidak akan kekurangan pangan,” pungkasnya. (Ak/El)

Editor: Elly Amaliyah

Tinggalkan Balasan