Dari hasil pertandingan, Zayn FC keluar sebagai juara pertama, usai menumbangkan Markentir FC dengan skor 5-2. Juara tiga bersama diraih Buyar FC dan Mandala United.
Aji menyebut keempat tim tersebut merupakan langganan juara di berbagai turnamen lokal, menandakan kualitas kompetisi yang cukup berkelas.
Keberhasilan Zayn FC tak lepas dari kekompakan tim. Erik, pemain bernomor punggung 9 sekaligus top skor turnamen, mengaku timnya tidak memiliki persiapan khusus. Chemistry yang terbangun dari seringnya mengikuti turnamen bersama menjadi kunci utama.
BACA JUGA: PSI Semarang Dorong RUU Perampasan Aset Jadi Senjata Lawan Korupsi dan Kejahatan Lintas Sektor
“Kami enggak ada latihan rutin, tapi sering ikut turnamen bareng. Chemistry sudah terbentuk lama, jadi alhamdulillah bisa juara,” ujar Erik.
Ia juga menilai Solidarity Cup sebagai kegiatan positif di tengah maraknya berita negatif. Erik berharap turnamen serupa bisa terus digelar dan berkembang di tahun-tahun mendatang. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





