SEMARANG, beritajateng.tv – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa Direktorat Jenderal Bea dan Cukai sempat berada di ambang pembubaran oleh pemerintah. Bahkan, menurutnya,
Presiden Prabowo Subianto telah mempertimbangkan langkah tersebut apabila tidak ada perbaikan dalam kinerja lembaga itu.
Dalam perbincangan tersebut, Purbaya mengungkapkan Presiden Prabowo memberikan ultimatum kepada Bea Cukai untuk segera berbenah dalam waktu satu tahun. Jika tidak, pemerintah akan membubarkan lembaga tersebut dan menyerahkan tugasnya kepada perusahaan survei internasional.
“Karena ancaman Presiden jelas kalau dalam waktu setahun nggak ada perbaikan, Bea Cukai dibubarin, diganti sama SGS. Itu Sociate Generale apa gitu, surveyor dari Swedia, Swiss kalau nggak salah,” ujar Purbaya dalam kanal YouTube Curhat Bang Denny Sumargo, Jumat 3 Juli 2026.
BACA JUGA: Bea Cukai dan Pemkot Semarang Musnahkan 7,3 Juta Rokok Ilegal, Selamatkan Kerugian Negara Rp7,6 Miliar
Menurut Purbaya, ia kemudian meminta waktu kepada Presiden agar mendapat kesempatan membenahi Bea Cukai sebelum keputusan tersebut benar-benar di jalankan.
Ia mengaku berhasil meyakinkan Presiden untuk menunda rencana pembubaran selama satu tahun.
Sebut 16 Ribu Pegawai Bisa Kena PHK
Purbaya menjelaskan, apabila seluruh tugas Bea Cukai teralihkan kepada pihak ketiga, sekitar 16 ribu pegawai berpotensi kehilangan pekerjaan.
Ia mengaku tidak ingin kebijakan tersebut berdampak pada ribuan aparatur yang selama ini bekerja di lingkungan Bea Cukai.
“Itu aja di – outsourcing, dia ngerjain semuanya, kita terima duit. Jadi orang Bea Cukainya pecat semua, 16.000 saya rumahin, kan nggak bagus. Saya bilang Pak Presiden, saya beresin dulu Pak, setahun,” katanya.
Purbaya menegaskan bahwa ancaman pembubaran tersebut bukan sekadar wacana. Menurutnya, Presiden Prabowo saat itu sudah mengambil keputusan sebelum akhirnya memberikan kesempatan kepadanya untuk melakukan pembenahan.
“Oh udah diputusin malah Presidennya. Saya bilang, ganti, bubarkan. Saya ngerayu dia sedikit, Pak setahun ya Pak, biar saya beresin dulu. Udah diputuskan tadinya. Waktu saya ngancam-ngancam Bea Cukai itu orang Bea Cukai benci semua sama saya,” ungkapnya.
Bea Cukai Diberi Waktu Berbenah
Purbaya menegaskan masa satu tahun tersebut menjadi kesempatan terakhir bagi Bea Cukai untuk memperbaiki tata kelola, meningkatkan pelayanan, dan membangun kembali kepercayaan publik.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi lanjutan dari pemerintah mengenai evaluasi terhadap kinerja Bea Cukai maupun tindak lanjut atas pernyataan yang Purbaya sebut itu.
BACA JUGA: Bea Cukai Jateng-DIY Respons Isu Pungli Kontainer Thrifting-Mafia Bal, Usaha Thrift Semarang Ngeluh
Namun, pernyataan Purbaya menunjukkan bahwa pembenahan Bea Cukai menjadi salah satu perhatian serius pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto. (*)





