News Update

5 Fakta Terungkap Usai Tewasnya Salah Satu Santri di Kediri, Almarhum Sempat Mengirimkan Pesan

×

5 Fakta Terungkap Usai Tewasnya Salah Satu Santri di Kediri, Almarhum Sempat Mengirimkan Pesan

Sebarkan artikel ini
Meninggalnya santri Kediri
Santri Kediri meninggal dunia dengan dugaan penganiayaan. (Foto: Freepik)

Pengelola Pondok Pesantren juga telah mengungkapkan pandangan mereka tentang kematian korban yaitu terjadi lantaran penganiayaan sesama murid.Pengasuh Pondok Pesantren Al Hanifiyah, Fatihunada, menyatakan bahwa pihaknya tidak mengetahui tentang dugaan penganiayaan yang mengakibatkan kematian muridnya.

Menurutnya, mereka hanya menerima laporan dari pengurus bahwa korban meninggal karena terpeleset di kamar mandi.

Terdapat Luka di Tubuh Korban

Pihak kepolisian telah melakukan pemeriksaan medis terhadap jenazah korban BBM yang menurut dugaan telah menjadi korban kekerasan dari sesama muridnya.

Pemeriksaan medis dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah Banyuwangi dengan pendampingan dari pihak kepolisian. Namun, hanya pemeriksaan medis luar terhadap korban karena keluarga menolak autopsi.

Kompol Andrew Vega, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Banyuwangi, menyatakan bahwa hasil pemeriksaan menunjukkan adanya sejumlah luka pada jenazah korban.

Korban Sempat Mengirimkan Pesan Kepada Orang Tuanya

Kira-kira seminggu sebelum meninggal, korban meminta agar orang tuanya menjemputnya. Permintaan tersebut ia sampaikan melalui pesan WhatsApp kepada ibunya, Suyanti (38).

Dalam pesannya kepada ibunya, korban mengungkapkan rasa takutnya saat berada di pondok pesantren.

“Sini jemput bintang. Cepat ma ke sini. Aku takut ma, maaaa tolonggh. Sini cpettt jemput,” Tulis korban melalui pesan WA kepada sang ibu, sekitar seminggu sebelum tewas.

Demikianlah beberapa fakta yang berhasil terungkap usai tewasnya salah satu santri di Kediri. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp