Gaya Hidup

6 Tradisi Unik Suku Madura yang Bertahan Hingga Sekarang, Adakah Carok Salah Satunya?

×

6 Tradisi Unik Suku Madura yang Bertahan Hingga Sekarang, Adakah Carok Salah Satunya?

Sebarkan artikel ini
tradisi Madura
Potret salah satu tradisi Madura bernama kerapan sapi. (Foto: Instagram/@wonderfulsampang)

SEMARANG, beritajateng.tv – Beberapa terakhir ini masyarakat Madura kembali menjadi sorotan usai viralnya kasus carok yang terjadi di Bangkalan. Hal itu karena carok tersebut sudah sangat melekat dengan orang Madura hingga konon katanya bagian dari tradisi mereka.

Namun tahukah kamu bahwa ternyata masyarakat Madura selain terkenal dengan tradisi carok yang mengerikan ternyata juga ada tradisi unik lainnya loh. Dalam artikel ini akan kami ulas 6 tradisi unik orang Madura yang jarang orang lain ketahui.

Baca artikel ini sampai selesai supaya kamu dapat mengetahui macam-macam tradisi tersebut.

Tradisi Unik Suku Madura

Kerapan Sapi

Pertunjukan adat ini berlangsung secara tahunan pada bulan Agustus/September, dengan babak final yang berlangsung pada akhir September/Oktober. Dalam kompetisi ini, pasangan sapi akan menarik kereta kayu, bersaing untuk mencapai garis finish sejauh sekitar 100 meter, dengan tujuan untuk menjadi yang tercepat.

Upacara Rokat

Upacara petik laut diadakan sebagai wujud rasa syukur atas segala anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa. Tradisi ini juga telah mereka anggap sebagai sarana untuk mendatangkan kelancaran rezeki dan keselamatan bagi masyarakat Madura.

BACA JUGA: Apakah Carok Termasuk Budaya Madura? Begini Penjelasannya

Toktok

Kompetisi adu sapi di Masalembu merupakan pertandingan di mana sapi saling bersengatan. Pertarungan ini melibatkan sapi-sapi jantan, apabila sapi tersebut mampu mengalahkan maka jadilah pemenangnya.

Ritual Ojung

Ritual ini merupakan suatu bentuk permainan yang melibatkan dua pria yang saling bertarung secara fisik menggunakan rotan berukuran 1 meter sebagai alat pemukul. Acara ini diselenggarakan sebagai upaya untuk memohon hujan dan mencegah terjadinya berbagai bencana akibat kekeringan.

Upacara Nadar

Upacara ini berlangsung tiga kali dalam setahun oleh penduduk Desa Pinggir Papas, Kalianget, Madura. Acara tersebut berlangsung mulai pukul 4 sore, dan masyarakat berkumpul untuk menuju makam leluhur sambil membawa perlengkapan upacara.

Bhubu’an