SEMARANG, beritajateng.tv – PSIS Semarang akhirnya mendapatkan kepastian terkait insiden batalnya laga tandang mereka melawan Persiku Kudus. Sebelumnya, manajemen Laskar Mahesa Jenar sangat berharap pertandingan tersebut ԁinyatakan sebagai kemenangan Walkover (WO) bagi timnya akibat kelalaian dari panitia pelaksana (Panpel) Persiku.
Kekecewaan pihak PSIS sangat beralasan. Asisten Manajer PSIS Semarang, Reza Handika, menjelaskan bahwa timnya merasa sangat ԁirugikan, baik secara finansial maupun waktu.
“Kalau dari PSIS inginnya tetap WO, karena kami merasa ԁirugikan. Tim sudah berangkat ke sana, biaya sudah keluar, bahkan H-2 kami sudah di sana,” ungkap Reza pada Selasa, 29 September 2026 lalu.
Reza membeberkan bahwa PSIS sebenarnya sudah proaktif menawarkan solusi sejak jauh hari. Pada H-7, PSIS sudah menyarankan agar Persiku mencari homebase alternatif jika memang ada kendala.
Namun, pihak Persiku terus mengulur waktu dengan dalih sedang “mengusahakan”. Kepastian mengenai masalah izin dari kepolisian justru baru ԁiketahui PSIS pada H-2, saat skuad sudah terlanjur tiba di Yogyakarta.
“Pada saat setiap kali kami tanya, bahkan kami sudah sampai Jogja, dari mereka menawarkan, ‘Mas, kalau main di Jatidiri bagaimana?’ Ya tidak bisa, kami sudah sampai sini. Itu sudah terlanjur,” sesal Reza.
BACA JUGA: Bawa Santri Masuk Era AI, MES Jawa Tengah Targetkan Produk UMKM Jateng Go International
Sanksi Tegas Komdis PSSI untuk Persiku Usai Gagal Jamu PSIS
Menjawab polemik tersebut, pihak I-League sebelumnya telah menyatakan bahwa kesalahan mutlak berada di pihak Persiku dan Panpel karena kelalaian mereka.
Kini, keputusan resmi dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI telah keluar dan memberikan sanksi yang cukup berat kepada kubu Persiku Kudus.
Berdasarkan putusan resmi Komdis PSSI, Panpel Persiku ԁinyatakan gagal menjalankan tanggung jawab menyelenggarakan pertandingan sehingga laga tidak terlaksana sesuai jadwal. Hal ini ԁiperkuat dengan bukti-bukti terjadinya pelanggaran regulasi dan disiplin.





