Sementara itu, kiprah Wihaji sebagai Bupati Batang yang berperan penting dalam Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) juga perlu publik pertimbangkan.
“Kalau Pak Wihaji, selain dia Ketua Harian Partai Golkar , beliau juga Wakil Sekjen PP GP Ansor, di luar itu sebagai Bupati. Kinerja sebagai Bupati Batang mendatangkan investasi sangat berhasil. Saya menyebut nama itu berdasarkan kinerja. Kalau ini gak diangkat, saya sebagai pengamat merasa bersalah,” bebernya.
Dalam FGD itu, baik Teguh maupun Joko sama sama setuju jika nama dari golongan agama tentunya mampu meraup suara dan dukungan yang cukup banyak dari masyarakat Jateng.
Itulah sebabnya nama Gus Yusuf yang kini potretnya bertebaran di baliho berbagai daerah juga masuk ke dalam daftar nama pengganti Ganjar dan Yasin untuk kursi Cawagub.
Tak hanya itu, kedekatan antara Dico dengan Gibran juga membuat nama Bupati Kendal itu mencuat ke publik. Terlebih, Dico memiliki komunikasi yang sangat baik di media sosial dengan kaum milenial yang membuat pamornya turut meningkat. (*)
Editor: Mu’ammar Rahma Qadafi





