SEMARANG, beritajateng.tv – Pertemuan Presiden Prabowo Subianto bersama ratusan ulama serta pimpinan organisasi Islam memicu perhatian luas. Agenda tersebut turut menyinggung rencana keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace (BOP).
Pembahasan tersebut muncul dalam video pengamat politik Hersubeno Arief bersama Ketua Umum Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Adian Husaini. Percakapan tersebut tayang melalui kanal YouTube Hersubeno Point pada Sabtu, 7 Maret 2026.
Hersubeno mengaku banyak pihak merasa terkejut setelah pertemuan tersebut. Sebab sebelumnya sejumlah tokoh Islam menyampaikan kritik keras terhadap rencana keikutsertaan Indonesia dalam BOP.
“Banyak yang terkejut ketika berlangsung pertemuan Presiden Prabowo dengan para alim ulama,” ujar Hersubeno.
Adian Husaini menjelaskan undangan pertemuan tersebut mencakup banyak organisasi Islam. Ia hadir dalam kapasitas sebagai Ketua Umum DDII.
“Semua ormas Islam yang terdaftar dalam MUI mendapat undangan,” kata Adian Husaini.
BACA JUGA: Megawati Absen Bukber Prabowo dan Duluan Kirim Surat Duka Iran, Hersubeno: Berjarak Secara Politik
Ia menyebut jumlah peserta mencapai sekitar 160 tokoh. Pertemuan tersebut juga menghadirkan sejumlah dai serta pimpinan pesantren besar.
Beberapa tokoh yang terlihat hadir antara lain Mama Dedeh serta Buya Yahya. Selain itu, pimpinan pesantren besar seperti Lirboyo, Tebu Ireng, serta Gontor juga ikut hadir.
Adian Husaini menjelaskan forum tersebut berlangsung dalam suasana santai. Para tokoh Islam berkumpul setelah berbuka puasa bersama Presiden.
Ia mengatakan Presiden Prabowo menyampaikan penjelasan panjang mengenai berbagai isu strategis. Penjelasan tersebut berlangsung hampir tiga jam.
“Presiden menjelaskan hampir tiga jam. Penjelasannya sangat lengkap,” ujar Adian Husaini.
Menurutnya, Presiden memaparkan sejarah pembentukan BOP secara rinci. Penjelasan tersebut lengkap dengan gambar serta data yang tampil pada layar besar.
Indonesia Bakal Cabut dari Board of Peace Kalau Tak Ada Harapan Bagi Palestina
Adian Husaini juga menangkap perubahan nada dalam sikap Presiden mengenai BOP. Presiden memberi sinyal kemungkinan keluar dari mekanisme tersebut.
“Kalau memang tidak ada harapan bagi Palestina, kita keluar,” kata Adian Husaini menirukan penjelasan Presiden.
Ia menilai pertemuan tersebut lebih banyak membahas kondisi geopolitik global. Presiden memaparkan potensi dampak konflik terhadap warga Indonesia luar negeri.
Adian Husaini menyebut Presiden juga menyinggung kritik yang muncul dalam media sosial. “Saya membaca semua kritik itu,” ujar Adian Husaini menirukan pernyataan Presiden.
Dalam diskusi tersebut, Hersubeno juga menyoroti kesan publik terhadap pertemuan tersebut. Ia menyebut muncul anggapan bahwa para ulama berubah sikap setelah bertemu Presiden.
BACA JUGA: Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei Wafat, ABI Kota Semarang Gelar Doa 7 Hari
Namun Adian Husaini menilai kesan tersebut kurang tepat. Ia menegaskan forum tersebut lebih berisi penjelasan Presiden mengenai situasi global. “Forum kemarin memang bukan forum dialog,” jelas Adian Husaini.
Ia menambahkan Presiden juga memaparkan berbagai data terkait dampak konflik global. Penjelasan tersebut mencakup potensi ancaman ekonomi serta keselamatan warga Indonesia luar negeri.
Adian Husaini menilai pemerintah perlu memperkuat komunikasi kepada masyarakat. Ia berharap penjelasan kebijakan strategis tersampaikan secara lebih luas kepada publik.
Perdebatan mengenai keterlibatan Indonesia dalam BOP masih berlangsung kalangan masyarakat. Meski begitu, berbagai pihak tetap menegaskan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina sebagai sikap utama Indonesia. (*)





