Jateng

Agustina Beri Contoh Ikut Sensus Ekonomi 2026, Tegaskan Data Warga Dijamin Rahasia

×

Agustina Beri Contoh Ikut Sensus Ekonomi 2026, Tegaskan Data Warga Dijamin Rahasia

Sebarkan artikel ini
Sensus Ekonomi di Semarang Baru 38 Persen, Agustina Kerahkan RT-RW Kejar Target
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti memberikan contoh langsung kepada masyarakat dengan mengikuti Sensus Ekonomi (SE) 2026 di ruang kerjanya.

Hal ini untuk meningkatkan kepercayaan publik sekaligus mendorong partisipasi warga dalam menyukseskan pendataan yang Badan Pusat Statistik (BPS) gelar.

Usai menjalani proses pendataan, Agustina mengaku sensus berlangsung cepat dan mudah. Ia juga memastikan seluruh informasi yang masyarakat berikan akan terjaga kerahasiaannya sesuai ketentuan BPS.

“Saya sudah ikut sensus ekonomi, mereka tanya banyak hal dan prosesnya tidak lama. Yang paling penting, data yang kita berikan di jamin kerahasiaannya. Betul ya, Mbak?” kata Agustina kepada petugas sensus.

Petugas sensus yang melakukan pendataan pun memastikan seluruh data responden tersimpan secara aman dan hanya untuk kepentingan statistik.

Dengan menerima stiker sebagai tanda telah mengikuti sensus, Agustina berharap masyarakat tidak lagi ragu saat petugas BPS datang ke rumah atau tempat usaha mereka.

Setelah mengikuti pendataan, Agustina langsung memimpin Rapat Percepatan Sensus Ekonomi 2026 bersama Sekretaris Daerah, para asisten, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta seluruh camat se-Kota Semarang di Balai Kota, Selasa, 14 Juli 2026.

Rapat tersebut untuk mengevaluasi pelaksanaan sensus sekaligus mencari solusi atas berbagai kendala di lapangan. Hingga pertengahan Juli 2026, capaian pendataan di Kota Semarang baru mencapai sekitar 38 persen.

Agustina mengungkapkan, masih ada masyarakat yang enggan memberikan data karena terpengaruh isu bahwa sensus ekonomi berkaitan dengan penagihan pajak. Menurutnya, anggapan tersebut tidak benar.

“Sensus ini tidak berkaitan dengan apa pun. Kalau ada yang mengatakan setelah didatangi petugas sensus lalu didatangi petugas pajak, itu hanya kebetulan waktunya bersamaan. Pemutakhiran data yang Bapenda lakukan sudah berjalan sejak Mei dan merupakan kegiatan yang berbeda,” tegasnya.

Selain itu, Pemkot Semarang juga menemukan kendala lain, seperti sulitnya akses petugas sensus ke kawasan perumahan elite dan area industri.

BACA JUGA: TMMD Semarang Tak Sekadar Bangun Jalan, Warga Bisa Dapat Layanan Kesehatan hingga Air Bersih