“Di Jawa Tengah menjadi sentralnya mudik hampir 17,7 juta masyarakat mudik di tempat kita. Kalau jumlah kendaraan hampir 1.876.000 kendaraan,” kata Luthfi.
BACA JUGA: Arus Balik Melonjak, Volume Kendaraan di Tol Semarang–Solo Tembus 3.000 Unit per Jam
Selain itu, Luthfi memastikan ketersediaan bahan pokok selama periode mudik tetap terjaga. “Dari segi kebutuhan bahan pokok penting masyarakat tidak ada kelangkaan maupun tidak ada ketersediaan yang tersendat dan terjangkau semua oleh masyarakat,” ujarnya.
Ia menyebut kondisi tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah provinsi, dinas, serta kabupaten/kota dalam menjaga stabilitas pasokan.
Lebih lanjut, Pemprov Jawa Tengah juga menyiapkan fasilitas transportasi bagi pemudik, khususnya pekerja informal. Menurut keterangannya, program tersebut difokuskan bagi masyarakat pekerja informal asal Jawa Tengah agar dapat melakukan perjalanan mudik dan balik dengan aman.
“Dari mulai mudik kemarin sudah kami siapkan hampir 325 bus, kemudian 19 kereta api gratis. Kalau dihitung hampir 18 ribu masyarakat kita mudik dan balik nanti. Mereka adalah warga Jawa Tengah pekerja informal masih menjadi prioritas utama untuk kami openi ini,” pungkas Luthfi. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





