SOLO, beritajateng.tv – Wali Kota Surakarta sekaligus calon wakil presiden nomor urut 02, Gibran Rakabuming Raka, merespons terkait rencana program makan siang dan susu gratis yang mempergunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
Gibran menuturkan, berbagai skema sedang dalam pengkajian guna menjalankan program tersebut. Ia menyebut program makan siang gratis baru dalam tahap uji coba.
“Ini kan kami uji coba dulu berbagai skema, menunya, pembiayaannya, dan lainnya,” kata Gibran di Solo, Jumat, 1 Maret 2024.
Sementara itu, pada uji coba tersebut, kata Gibran, akan ada evaluasi yang melibatkan para siswa, orang tua siswa, guru, dan kepala sekolah.
BACA JUGA: CEK FAKTA: Adian Napitupulu Akan Bawa Bukti Kecurangan Gibran di Sidang Hak Angket
“Ya nanti kalau ada masukan dievaluasi ya, pasti akan diperbaiki lagi skema-skema yang ada sekarang,” tuturnya.
Meski demikian, ia enggan menjelaskan lebih lanjut terkait dengan program tersebut mengingat saat ini putra sulung Presiden Joko Widodo ini masih menyelesaikan tugasnya sebagai Wali Kota Surakarta.
“Sekarang saya fokus dengan pekerjaan yang ada di Solo dulu,” tandasnya.
Airlangga Hartarto soal program makan siang gratis
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengecek simulasi penerapan program makan siang gratis untuk pelajar tingkat pendidikan dasar hingga menengah yang berlangsung di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Curug, Kabupaten Tangerang, Banten.
“Agenda hari ini kami melihat simulasi penerapan makan dengan biaya sebesar Rp15.000 per porsi. Saya melihat di tiap-tiap kelas, dan ini salah satu sekolah yang volunteer menyiapkan makanan untuk anak-anak,” ujar Airlangga.
Selain itu, dari hasil peninjauannya itu, pihaknya melihat sistem pembagian makanan sehat bagi pelajar ini cukup baik. Di setiap paket makanan tersebut memiliki kandungan gizi yang cukup, baik kalori maupun protein.
BACA JUGA: PDI Perjuangan Tolak Sirekap, Gibran: Kalau Ada Kecurangan Laporkan Saja, Ada Jalurnya
Menurutnya, simulasi program makan siang cuma-cuma di sekolah negeri di daerah Kabupaten Tangerang ini akan menjadi percontohan bagi daerah lain apabila program tersebut sudah terealisasikan.
Bahkan, Airlangga juga menyebut salah satu penganggaran makan siang gratis tersebut bisa saja berasal dari dana BOS.
“Kalau SMP, SD, kita relatif punya sistem plan-plan anggaran. Salah satunya melalui BOS dan bisa buat secara spesifik,” tutur Airlangga. (ant)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi




