Ajang Pesonas 2022 Bangun Perspektif Seni Anak Bertalenta Khusus

Pesonas 2022 Bangun Perspektif Seni Anak Bertalenta Khusus

Semarang, 6/7 (BeritaJateng.tv) – Pekan Special Olympic Nasional (Pesonas) menggelar acara bernuansa seni disamping pertandingan olah raga untuk anak-anak bertalenta khusus. Acara ini diadakan untuk mengasah rasa yang mereka miliki melalui berbagai bentuk karya seni.

“Kelemahan anak-anak bertalenta khusus ini adalah soal intelektual, tapi mereka memiliki sensitifitas yang tinggi, yang bisa dimunculkan melalui karya seni. Rasa sensitif yang terkelola dengan baik bisa ditampilkan melalui berbagai bentuk, seperti lukisan, nyanyian atau tarian,” kata Warsito Ellwein, Ketua Special Olympic Indonesia (Soina).

Diakuinya, berbagai karya seni yang dihasilkan anak-anak bertalenta khusus bisa sangat berbeda dengan karya seni pada umumnya. Namun bersandar pada pendapat Ki Hajar Dewantoro, kata Warsito, apapun yang dihasilkan dapat masuk kategori karya seni.

“Seluruh coretan berpotensi jadi lukisan, apapun bentuk gerakan bisa jadi tarian, suara yang dihasilkan bisa jadi nyanyian dan bunyi yang diperdengarkan bisa menjadi musik,” ujarnya mengutip pendapat Ki Hajar Dewantoro.

Untuk itulah perlu disediakan ruang yang luas agar perspektif yang berkembang mengenai anak-anak bertalenta khusus ini tetap positif. Lukisan, tarian, dan nyanyian anak-anak yang memiliki tingkat kecerdasan di bawah rata-rata ini tetap membawa kebahagian untuk semua pihak.

Melalui berbagai kegiatan yang diadakan selama berlangsungnya Pesonas, Soina berupaya membangun ruang perspektif seni yang baru berdasarkan perspektif para disabilitas intelektual tersebut.

Yang pasti, ujarnya, mereka memiliki kecerdesan khusus dan sensitivitas dalam melihat alam dan situasi di sekitar mereka. Potensi inilah yang harus dieksplorasi lebih lanjut sehingga menjadi kelebihan mereka.

Secara terpisah, koordinator kegiatan non cabang olah raga Daniel Agung Wahyudiono menjelaskan, untuk para peserta disediakan berbagai fasilitas permainan dan berkreasi seni. Ada peralatan ular tangga, dakon, dan jarangan. Gamelan sebagai alat musik diletakkan di beberapa titik di aula Museum Ronggowarsito untuk mereka mainkan bersama.

“Ada parade budaya berupa tarian dan nyanyian lagu daerah, serta melukis bersama di atas kain sepanjang 50 meter. Peserta juga diajak berkeliling museum untuk menikmati karya seni para leluhur, kemudiannonton cinema tiga dimensi,” kata Daniel.

Seperti diketahui, Pesonas yang dibuka 4 Juli 2022 di Holy Stadium, Semarang oleh Menpora Zainudin Amali dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berlangsung meriah. Acara ini diikuti oleh 1.118 atlet dari 21 provinsi, dan mempertandingkan 12 cabang olah raga. (Ak/El)

Leave a Reply

Your email address will not be published.