Menurutnya, berbagi makanan untuk berbuka puasa memiliki makna lebih dari sekadar memberi.
“Di bulan yang penuh berkah ini, kita diajak untuk saling berbagi, terutama bagi masyarakat yang masih berada di perjalanan saat waktu berbuka tiba. Kegiatan seperti ini menunjukkan kuatnya solidaritas dan kepedulian sosial di Kota Semarang,” ujar Iin, sapaannya.
Ia juga menilai kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan wajah Semarang sebagai kota yang toleran dan penuh kebersamaan.
Sementara itu, Ketua Panitia kegiatan, Roy Youzaen Pradana, menjelaskan bahwa ribuan paket takjil yang kita bagikan merupakan hasil kontribusi dari berbagai pihak yang terlibat.
Setiap peserta kegiatan menyumbangkan sekitar 30 paket takjil sehingga jumlah yang terkumpul mencapai target 1.000 paket.
Roy mengatakan panitia juga melakukan sejumlah perbaikan dalam sistem pembagian agar kegiatan berjalan lebih tertib dibanding tahun-tahun sebelumnya.
“Kami melakukan pengaturan distribusi agar pembagian takjil lebih rapi dan merata. Tujuannya supaya tidak terjadi penumpukan penerima di satu titik. Sehingga lebih banyak masyarakat yang bisa merasakan manfaatnya,” jelas Roy.
Selain melibatkan MCS, SSH, dan H3S, kegiatan ini juga didukung oleh Komunitas Denok Kenang, Generasi Pesona Indonesia (Genpi), serta puluhan hotel di Kota Semarang.
Melalui aksi sosial tersebut, para pelaku pariwisata berharap semangat gotong royong terus terjag. Sekaligus memperkuat citra positif Semarang sebagai destinasi wisata yang hangat, ramah, dan penuh kebersamaan.
Di sisi lain, kegiatan ini juga harapannya mampu menggerakkan kembali semangat kolaborasi antar pelaku industri pariwisata. Serta memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat di Kota Semarang, terutama menjelang musim libur Lebaran. (*)
Editor: Elly Amaliyah





