SEMARANG, beritajateng.tv – Bulan Ramadhan tahun 2023 telah memasuki sepuluh hari terakhir. Ada banyak amalan sepuluh hari terakhir Ramadhan yang bisa kita lakukan agar tidak menyesal meninggalkan Ramadhan.
Fase sepertiga terakhir ini menjadi pamungkas dari dua fase sebelumnya. Bagaimana tidak, ada malam lebih baik daripada seribu bulan yang tersemat pada amalan sepuluh hari terakhir Ramadhan.
Tidak ada yang tahu pasti kapan terjadinya malam lailatul qadr. Akan tetapi, satu hal yang pasti, Muslim di seluruh dunia setidaknya harus lebih meningkatkan ibadahnya dengan menjalankan amalan sepuluh hari terakhir Ramadhan.
Kitab Fathul Mu’in karangan Syekh Zainuddin al-Malibari menjelaskan bahwa ada tiga amalan sepuluh hari terakhir Ramadhan. Hal pertama yang bisa kita lakukan yakni memperbanyak sedekah. Langkah ini dapat diwujudkan guna mencukupi kebutuhan keluarga, berbagi dengan sesama, khususnya kerabat dan tetangga.
Islam sangat menganjurkan umatnya untuk bersedekah kepada sesama manusia. Selama 10 hari terakhir Ramadhan, berderma dan memberikan sedekah kepada fakir miskin, yatim piatu, atau mustahik lainnya dapat menjadi amalan yang pahalanya dilipatgandakan.
Sedekah itu dapat kita tunaikan dalam berbagai wujud. Contohnya menyediakan buka puasa bagi masyarakat yang tengah menjalaninya. Hal ini sangat berarti untuk saudara-saudara kita yang tengah membutuhkannya.
Selanjutnya, amalan sepuluh hari terakhir Ramadhan yang bisa kita lakukan yakni memperbanyak membaca Al-Qur’an. Kegiatan membaca Al-Qur’an ini dapat kita lakukan di mana saja dan kapan saja. Kecuali di tempat-tempat yang terlarang, seperti toilet mengingat tempatnya najis, dan lainnya.
Amalan Sepuluh Hari Terakhir, Amalkan Sebelum Berakhirnya Ramadhan!
Kemudian, Imam Syarofuddin An-Nawawi menjelaskan bahwa membaca Al-Qur’an di akhir malam lebih baik daripada awal malam. Secara lebih khusus, membaca Al-Qur’an yang paling baik di siang hari yakni usai salat subuh. Sejalan dengan hal tersebut, Syekh Sayid Abu Bakar Syatha dalam I’anatut Thalibin menjelaskan bahwa membaca Al-Qur’an di malam hari lebih utama daripada siang hari karena lebih fokus.
Selanjutnya, amalan sepuluh hari terakhir Ramadhan yang bisa kita lakukan menurut Syekh Zainuddin yakni memperbanyak i’tikaf di masjid. Rasulullah Saw melakukan i’tikaf untuk meningkatkan ibadahnya. I’tikaf sangat istimewa untuk memperbanyak ibadah, berdoa, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Berdoa adalah ibadah yang sangat penting dalam Islam. Selama 10 hari terakhir Ramadhan, berdoa dengan khusyuk, memohon ampunan, beristighfar, dan memohon kebaikan dunia dan akhirat kepada Allah SWT menjadi amalan yang sangat dianjurkan. Berdoa di akhir malam atau saat waktu-waktu mustajab (seperti ketika berbuka puasa) juga bisa menjadi amalan yang sangat baik.
Sebagian ulama mazhab Syafi’i memperbolehkan i’tikaf di ruangan dalam rumah khusus tempat shalat. Hal ini disepadankan dengan prinsip ‘jika shalat sunnah saja yang paling utama bisa kita kerjakan di rumah, maka i’tikaf di rumah semestinya bisa dilakukan’.
Rasulullah juga menghidupkan malam-malam Ramadhan. Dalam Shahih Muslim, Sayyidah Aisyah ra menyaksikan Nabi beribadah selama Ramadhan hingga menjelang Subuh. Bahkan, dalam riwayat lain, Rasulullah SAW selalu membangunkan keluarganya untuk mengerjakan amalan sepuluh hari terakhir Ramadhan. Hal itu menunjukkan betapa istimewanya malam-malam tersebut.
Selain amalan-amalan di atas, menjaga amalan-amalan sunnah lainnya melakukan ibadah zikir juga bisa kita tingkatkan intensitas dan kualitas ibadahnya. Selama 10 hari terakhir Ramadhan sangat ditekankan dalam Islam, karena pada waktu-waktu tersebut terdapat malam lailatul qadr.
Semoga beberapa rekomendasi amalan sepuluh hari terakhir Ramadhan di atas bisa kita terapkan. Harapannya, Allah menerima segala amal ibadah, mendapatkan berkah dan ampunan di bulan Ramadhan (*).





