Gaya Hidup

Anggap Padel Bukan Sekadar Olahraga, Pengamat Adi Prayitno: Tongkrongan Demokratis Warga Kota

×

Anggap Padel Bukan Sekadar Olahraga, Pengamat Adi Prayitno: Tongkrongan Demokratis Warga Kota

Sebarkan artikel ini
Olahraga padel
Ilustrasi olahraga padel. (Foto: Pexels)

SEMARANG, beritajateng.tv Padel kini menjadi fenomena sosial baru di kalangan warga kota. Bukan sekadar tren olahraga, padel berkembang menjadi ruang interaksi, tempat membangun kepercayaan, hingga membentuk jaringan sosial-politik yang dinamis.

Dalam kanal YouTube Adi Prayitno Official, Minggu, 6 Juli 2025, pengamat politik Adi Prayitno menyebut padel bukan hanya olahraga biasa.

“Olahraga seperti padel sekarang itu bukan sekadar gaya hidup sehat, tapi jadi bagian dari budaya tongkrongan orang kota,” ungkapnya.

BACA JUGA: Tren Padel Makin Populer di Semarang, Disebut “Tinder” Baru untuk Cari Koneksi

Ia menilai, kehadiran komunitas padel mencerminkan dua hal penting dalam budaya demokrasi. Pertama, tumbuhnya interpersonal trust atau kepercayaan antarpersonal.

“Orang bermain padel bukan cuma buat sehat, tapi juga untuk menjalin kepercayaan dengan sesama. Ini penting dalam membangun demokrasi yang sehat,” jelas Adi.

Olahraga padel sebagai sarana warga berjejaring sosial

Adi pun menyebut komunitas padel menjadi sarana civic engagement atau keterlibatan warga dalam jaringan sosial. Dalam interaksi semacam itu, lanjutnya, diskusi dan pertukaran informasi berjalan aktif dan sehat.

“Semakin sering kita bergaul dengan komunitas seperti padel, makin terbuka pola pikir kita terhadap kritik dan masukan,” lanjutnya.

Fenomena padel juga mencerminkan transformasi budaya olahraga di masyarakat urban. Menurut Adi, dulu olahraga dipandang sebatas aktivitas fisik, kini menjadi medium sosialisasi dan membangun eksistensi komunitas.

“Sekarang olahraga itu sudah berubah jadi semacam tongkrongan. Ada tongkrongan anak padel, komunitas memanah, berkuda, bahkan lari,” katanya.

BACA JUGA: Rekomendasi Lapangan Padel di Semarang, Berikut Lokasi, Fasilitas, dan Alamat Lengkap

Selain itu, komunitas padel turut memperkuat jaringan profesional. Banyak anggota dari latar belakang berbeda saling terkoneksi melalui kegiatan ini.

“Dari komunitas seperti padel, bisa muncul kerja sama bisnis, sosial, hingga politik,” imbuh Adi.

Dalam perspektif Adi, komunitas seperti itu bisa menjadi modal sosial yang penting. Menurutnya, kepercayaan dan keterbukaan itu jadi fondasi utama dari kohesi sosial yang demokratis.

“Kalau kita enggak percaya sama orang lain, komunitas olahraga enggak akan pernah terbentuk,” tegasnya. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp