Jateng

Alasan Pakuwon Group Pilih Gombel Lama untuk Proyek Superblock Senilai Rp9 Triliun

×

Alasan Pakuwon Group Pilih Gombel Lama untuk Proyek Superblock Senilai Rp9 Triliun

Sebarkan artikel ini
Alasan Pakuwon Group Pilih Gombel Lama untuk Proyek Superblock Senilai Rp9 Triliun
Pemadatan Lahan proyek Pakuwon Group di Gombel Lama Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Pakuwon Group punya alasan khusus memilih kawasan Gombel Lama, Kota Semarang, sebagai lokasi pengembangan pusat komersial baru superblock dengan nilai investasi sekitar Rp9 triliun.

Bagi pengembang, Gombel tidak hanya menawarkan lokasi yang strategis. Kawasan ini memiliki kombinasi pemandangan laut dan suasana pegunungan yang menjadi daya tarik utama proyek mal tersebut.

Konsep itu pula yang membuat Pakuwon tidak melihat kondisi geografis Gombel sebagai sekadar tantangan. Kawasan yang dikenal memiliki karakter tanah bergerak justru memiliki potensi untuk menghadirkan pengalaman berbeda bagi pengunjung.

Senior Project Manager Pakuwon Group, Paulus Louw, mengatakan Semarang memiliki karakter kota yang unik.

Kondisi geografis tersebut dapat menjadi keunggulan untuk membangun pusat perbelanjaan dengan konsep lifestyle.

“Kenapa Gombel kita pilih? Gombel ini ada perpaduan antara laut dan pegunungan. Mal yang kita bangun nantinya akan memiliki view ke laut, tetapi di saat yang sama pengunjung juga bisa menikmati kesejukan udara pegunungan,” kata Paulus.

Menurutnya, konsep tersebut terinspirasi dari sejumlah pusat perbelanjaan ikonik di Asia yang tidak hanya mengandalkan ruang dalam gedung. Kawasan luar mal juga di buat hidup dan menjadi bagian dari pengalaman pengunjung.

Paulus mencontohkan Marina Bay Sands di Singapura dan Iconsiam di Bangkok. Kedua pusat komersial tersebut menawarkan pengalaman berbelanja sekaligus menikmati lingkungan di sekitarnya.

“Kalau kita lihat mal-mal di Indonesia maupun di Asia, ada konsep lifestyle yang membuat area outdoor juga hidup. Pengunjung bisa menikmati lingkungan sekitar, tidak hanya masuk ke dalam mal,” ujarnya.

Konsep serupa ingin Pakuwon hadirkan ke Semarang. Bedanya, Gombel memiliki karakter alam yang lebih lengkap karena berada di kawasan perbukitan dengan panorama Kota Semarang dan laut.

BACA JUGA: Dewan Pertanyakan Rencana Efisiensi Pemkot Semarang, Herlambang: PAD Cuma 88 Persen, Salah Siapa? 

“Semarang tidak kalah dengan mal-mal ikonik di luar negeri. Banyak yang bisa ditawarkan dari Gombel,” kata Paulus.