SEMARANG, beritajateng.tv – Berkurangnya Dana Desa (DD) di tahun 2026 bakal mempengaruhi keuangan dan program kegiatan desa, tak tekecuali di Kabupaten Semarang.
Namun Bupati Semarang, Ngesti Nugraha memastikan besaran pengurangan DD tahun 2026 di Kabupaten Semarang hanya berkisar 11,7 persen.
“Di Kabupaten Semarang DD hanya berkurang sekitar Rp 31 miliar,” jelasnya, saat beritajateng.tv konfirmasi di Ungaran, Kabupaten Semarang, Rabu 7 Januari 2025.
Namun demikian bupati menekankan arah kebijakan pemanfaatan DD 2026, semua kepala desa bisa melaksanakan program dan kegiatan yang lebih prioritas.
Program dan kegiatan yang bukan prioritas bisa tunda terlebih dahulu, seperti halnya yang Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang lakukan.
BACA JUGA: Viral Lagi! Beredar Video Pemotongan BLT DD di Blora Sebesar Rp 300 Ribu
Dengan berkurangnya dana trasfer dari Pusat kepada daerah, setiap OPD juga harus mendahulukan kegiatan serta program prioritas daerah di tahun 2026 ini.
Sementara sejumlah kegiatan atau program yang sifatnya bukan prioritas, untuk sementara di tunda terlebih dahulu pelaksanaannya.
“Masih terkait pemanfaatan DD, kegiatan-kegiatan untuk mendukung program Presiden juga diprioritaskan seperti Koperasi Desa Merah Putih (KDMP),” tandas Bupati Semarang.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Semarang, Budi Rahardjo menambahkan, ada beberapa jenis kegiatan desa yang bisa diprioritaskan.
BACA JUGA: Walikota Kawal Penyaluran BLT BBM di Kota Semarang
Antara lain, seperti penanganan kemiskinan ekstrem melalui Bantuan Langsung Tunai (BLT) desa. Kemudian penyediaan layanan dasar kesehatan skala desa, termasuk untuk stunting.
“Berikutnya dukungan program ketahanan pangan dan ada juga pemanfaatan untuk infrastruktur desa melalui padat karya tunai desa,” jelasnya. (*)
Editor: Farah Nazila





