Catatan Editor

“Animal Farm” George Orwell: Apakah Ketulusan Manusia Masih Ada?

×

“Animal Farm” George Orwell: Apakah Ketulusan Manusia Masih Ada?

Sebarkan artikel ini
farah nazila
Farah Nazila. (Dokumen Pribadi)

Kembali ke contoh pengorbanan di dalam ruang lingkup sosial, seperti pasangan yang rela berkorban demi mendapatkan kesenangan dalam dirinya. Atau mungkin, kerelaan tersebut untuk validasi terhadap dirinya karena ia mampu memberikan kebahagian terhadap orang lain. Kemudian ibu yang rela berkorban kepada anaknya. Hal ini karena ia mampu memberikan kebahagiaan usai melahirkan maupun membesarkannya, dari sini juga terdapat harapan agar anaknya mampu menjadi orang sukses.

BACA JUGA: Sudah Jatuh Tertimpa Suporter

Mungkin dari sini, kita bertanya-tanya mengapa kita tidak boleh berperilaku egois meskipun di dalam setiap diri manusia, pasti tertanam sifat “ingin diuntungkan” itu.

Egois, menurut saya, memang ada di setiap diri manusia, sebagai bentuk mekanisme bertahan hidup.

Namun, yang perlu kita ingat adalah bagaimana cara mengelola sifat egois itu dengan bijaksana. Egois itu netral, yang ada selama kita masih dalam membangun kepribadian yang autentik dan bermakna. Inilah bentuk egoisme yang tidak hanya memperbaiki diri sendiri, tetapi juga menciptakan ruang untuk menghormati orang lain. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp